Berita

ilustrasi, semen

Bisnis

Gile... Harga Semen Di Papua Rp 1 Juta Per Sak

Perbaikan Infrastruktur & Pembangunan Pabrik Kurangi Disparitas Harga
MINGGU, 05 AGUSTUS 2012 | 08:00 WIB

Ironis, Papua yang merupakan daerah kaya bahan tambang, malah menjadi terbelakang. Pasalnya, harga semen di daerah tersebut mencapai Rp 1 juta per sak. Gile bener...!

Kepala Biro Humas PT Semen Gresik Harry Subagio mengaku, kondisi harga semen tersebut di Papua. Menurutnya, harga se­men di daerah pegunungan Pa­pua bisa mencapai Rp 1 juta per sak. Kon­disi itu jauh di atas harga semen di Pulau Jawa yang hanya sekitar Rp 55 ribu per sak.

“Waktu saya survei harga se­men di Papua berapa per sak ter­nyata Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu. Kalau di pegunungan bisa sam­pai Rp 1 juta lebih karena trans­portasi mahal,” ungkapnya.

Guna meminimalkan harga se­men dan memenuhi kebutuhan se­men di Papua, Semen Gresik saat ini sedang membangun pa­king plant atau pabrik penge­pakan semen.

“Sampai sekarang di sana su­dah didirikan packing plant untuk pe­ngepakan semen yang dikirim dari pabrik Tonasa atau Semen Gresik. Itu dikaji dulu mana yang lebih dekat,” ujarnya.

Packing Plant Semen Gresik yang sedang dibangun di daerah Sorong, Papua, direnca­nakan mampu memenuhi kebu­tuhan semen di Papua.

Semen Gresik juga menya­takan siap membangun pabrik se­men di Wamena, Papua, bahkan me­ngaku telah aktif men­cari titik lokasi pabrik baru tersebut.

“Di Semen Gresik ada depar­te­men yang mencari lahan raw ma­terial (bahan baku). Di Jawa, di Kalimantan itu dikaji juga ter­ma­suk di Papua. Kalau sudah me­me­nuhi persyaratan, pem­bangu­nan pabrik tinggal dila­ku­kan,” kata Harry.

Ketua Asosiasi Semen Indo­nesia (ASI) Urip Trimuryono me­­ngata­kan, tingginya harga semen di Pa­pua sangat ironis. Mengingat, Pa­pua merupakan wilayah yang me­miliki segu­dang kekayaan alam.

“Tingginya harga semen di Pa­pua karena biaya pengiriman yang tinggi. Pembangunan pab­rik semen di Papua tidak akan me­ngurangi disparitas harga di Jawa dan Indonesia Timur. Ya paling bisa mengurangi dispari­tas harga 20 persen,” kata Urip.

Dia menegaskan, harga semen di Papua akan tetap tinggi apabila tidak ada perbaikan kondisi in­frastruktur di wilayah itu. Jadi sebelum membangun pabrik, yang harus dilakukan adalah mem­perbaiki fasilitas infra­struk­tur. Meski begitu, dia juga men­dukung rencana pembangunan pabrik semen di kawasan Papua.

Anggota Komisi VI DPR Is­kandar Syaichu mengatakan, ting­ginya harga semen di Papua hingga mencapai Rp 1 juta per sak sudah seharusnya dibenahi. Paling tidak diminimalisir, pe­merintah melalui kementerian ter­­kait harus segera mengambil tindakan serius.

“Saya mendukung rencana Men­teri BUMN (Dahlan Isakan) yang meminta PT Semen Gresik untuk investasi membangun pabrik di Papua,” kata politisi dari PKB itu.

Menurut dia, pembangunan pabrik semen di Papua merupa­kan salah satu langkah dalam meningkatkan pemba­ngunan di Negeri Cendrawasih itu. Terlebih, percepatan pem­bangunan di Pa­pua sudah diatur dalam In­struk­si Presiden No.5 Tahun 2007.

Di samping itu, pemerintah ju­ga harus komitmen mendorong percepatan pembangunan di pro­vinsi paling timur Indonesia ini. Pembangunan infrastruktur untuk menerobos isolasi fisik. Selain itu, wilayah ini juga harus dibe­baskan dari kemiskinan akses.

Menteri BUMN Dahlan Iskan memang melihat prospek pem­bangunan pabrik semen di Wa­mena, Papua. Dia pun meminta PT Semen Gresik membangun pabrik di sana.

Dahlan menilai, pembangunan pabrik semen di Wamena sangat tepat karena terdapat banyak sum­­ber pegunungan kapur se­bagai bahan baku utama pem­buatan semen. Tetapi, dalam pem­­bangunannya masih diperlu­kan pengkajian lagi terhadap ketersediaan tanah lempung se­bagai bahan campuran semen.

“Saya sudah menghubungi pihak Semen Gresik untuk mela­kukan pembangunan pabrik se­men di sini (Wamena). Paling lambat pembangunannya akhir tahun ini,” ucap Dahlan.

Guna menindaklanjuti hal ter­sebut, Dahlan mengajak Bupati daerah Pegunungan Jayawijaya untuk berpartisipasi menemukan sumber tanah lempung.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya