Berita

PT Lippo Karawaci Tbk

Bisnis

Analis: Keuangan Lippo Karawaci Sisihkan 39 Emiten Properti Kakap

SABTU, 04 AGUSTUS 2012 | 08:17 WIB

Tingginya penambahan lahan bagi investasi properti dan in­dus­tri menjadi salah satu pen­dorong naiknya harga saham emiten-emiten sektor ini. Dari 39 kinerja emiten selama semester satu 2012, PT Lippo Karawaci Tbk membukukan pendapatan ter­tinggi. Pendapatan emiten de­ngan kode saham LPKR itu tem­bus Rp 2,4 triliun, tumbuh 27,7 persen dibanding semester I tahun silam.

Pada periode yang sama, Lippo Karawaci mencatat­kan pertum­bu­han laba bersih 46,9 persen men­­jadi Rp 437,4 miliar. “Ki­nerja ke­uang­­an kami pada semes­ter I-2012 sangat baik, didukung pen­jualan pe­ru­mahan, pendapa­tan bisnis kese­hatan dan pening­katan pro­duk­tivitas,” ujar Presi­den Di­rek­tur Lippo Kara­waci Ketut Budi Wijaya.

Ber­da­sar­kan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penda­patan Lippo Kara­waci mengungguli pen­­da­patan para pengembang papan atas lainnya, seperti PT Agung Podo­moro Land Tbk (APLN) yang mencatat pendapa­tan Rp 2,316 triliun, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Rp 1,603 triliun, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Rp 1,514 triliun, PT Ci­putra Development Tbk (CTRA) Rp 1,318 triliun, dan Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) Rp 1,115 triliun.

Total pendapatan ke-39 emiten properti selama semester I-2012 mencapai Rp 20,18 triliun, tum­buh 37,3 persen dibanding pe­riode sama tahun lalu, dengan total pertumbuhan laba bersih 59,4 persen menjadi Rp 4,67 triliun. Emiten properti yang me­lantai di BEI berjumlah 44 emi­ten. Dari jumlah itu, baru 39 emiten yang sudah menyampai­kan laporan keuangan.

Analis Properti PT GMT Asset Management Arya Cipta Sugan­dria mengatakan, Indonesia me­rupakan satu dari lima negara dengan pertumbuhan lahan untuk perumahan dan kawasan tertinggi di dunia. Pertumbuhan lahan pro­perti tertinggi di provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur dan Bali. “Daerah yang paling pro­spektif untuk mengembangkan lahan properti seperti DKI Jakarta dan Bali tumbuh 14-15 persen,” kata Arya.

Analis dari Universal Broker Indonesia Satrio Utomo meng­ungkapkan, lonjakan pendapatan dan laba bersih emiten properti dipicu kenaikan harga properti, se­perti rumah dan apartemen, serta ke­naikan tarif sewa mal. Ke­naikan harga itu juga diikuti per­mintaan terhadap produk proper ti yang masih cukup ting­gi.

“Karena itu, ramalan tentang bubble properti, terutama di Ja­bo­detabek, tidak benar. Permin­taan properti, khu­susnya di Ja­bode­ta­bek justru te­rus mening­kat,” ujar dia. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya