Berita

Badan Pelaksana Kegiatan Hu­lu Minyak Dan Gas Bumi (BP Mi­gas)

Bisnis

BP Migas Bantah Ikut Tunjuk Direktur Baru Pertamina PHE

KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 | 08:16 WIB

.Badan Pelaksana Kegiatan Hu­lu Minyak Dan Gas Bumi (BP Mi­gas) memprotes keras kabar bah­wa pihaknya ikut intervensi da­lam pengangkatan Direksi Ope­rasional Pertamina Hulu Energi (PHE) yang notabene anak perusahaan PT Per­tamina (Persero).

BP Migas dikabarkan menahan keputusan memorandum yang dikeluarkan Direktur Utama Per­tamina Karen Agustiawan me­lalui surat memorandum 15 April 2011 yang memilih Rudy Rya­cudu karena telah lolos proses seleksi dan fit and proper test. Se­leksi ini diikuti oleh tiga calon yakni, Rudy Ryacudu, Bambang Manumayoso dan Sri Budiyani.

Kabar berhembus, BP Migas tidak sreg dengan terpilihnya Rudy Ryacudu. Lem­baga terse­but lebih condong me­milih Sri Budiyani. Padahal, da­lam surat memorandum yang dike­luarkan Dirut Pertamina un­tuk Dewan Komisaris itu me­nya­takan, Rudy Ryacudu telah lolos seleksi ka­rena kompetensi kepe­mimpin­annya terpenuhi dengan baik.

Namun sayang, isu santer me­ngatakan, apa yang menjadi ke­wenangan Pertamina untuk me­netapkan Rudy Ryacudu men­duduki posisi Direktur Ope­ra­sional PHE dihadang oleh BP Mi­gas.

“BP Migas maunya Sri Bu­diani yang naik, jika Rudy yang naik nantinya BP Migas akan mem­persulit tender-tender PHE,” kata sumber di lingkungan bisnis migas kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

Pa­dahal, lanjut sumber itu, jelas-jelas pengangkatan peja­bat di tubuh Pertamina tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Me­nurutnya, keninginan BP Mi­gas untuk mengangkat Sri Bu­diyani karena dia merupakan istri dari Wakil Kepala BP Migas Johannes Widjonarko.

BP Migas mem­protes keras dan membantah isu ini. “Saya kira berita ini tidak benar. Tidak ada hubungan apapun antara PHE dan BP Migas.  K­a­rena PHE tidak pu­nya kontrak dengan BP Migas. Lebih baik hal ini An­da tanyakan ke Pertamina saja,” tegas Wid­jonarko ketika dikon­firmasi Rakyat Merdeka.

Menurut dia, PHE adalah anak perusahaan Pertamina yang ber­tindak sebagai Holding Co bid­ang hulu. Jadi PHE tak ber­hu­bungan langsung dengan BP Mi­gas,  ke­cuali anak-anak peru­sa­haannya. “Bisa dicek kemana saja di­ anak perusahaannya yang merasa dipersulit oleh BP Migas. Bahkan silahkan dicek ke staf BP Migas  bila ada perintah seperti itu,” ce­tus Widjonarko. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya