Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Proyek Rumah Wartawan Di Citayam Makin Nggak Jelas

Menpera Dinilai Plin Plan
KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 | 08:10 WIB

Lahan perumahan untuk wartawan semakin tidak jelas saja. Semula proyek perumahan wartawan direncanakan di Citayam, Depok, tapi katanya mau dipindah lagi ke daerah Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Informasi itu masih simpang siur.

Sebab, kini Men­teri Perumahan Rak­yat (Men­pera) Djan Faridz malah men­janjikan perumahan war­tawan di wilayah Bojong Gede, Bogor, siap untuk di­ba­ngun. Menurutnya, masalah la­han dan per­izinannya, tak kun­jung rampung di Citayam. Pro­yek peru­ma­han wartawan pun bakal molor.

“Tanah di Citayam masih ber­masalah, dipindahkan ke Bojong Gede, Bogor. Lahannya memang sudah ada yang menawarkan, tapi masih dilakukan peninjauan,” kata Djan di Jakarta, kemarin.

Djan menambahkan, program ini nantinya tidak akan meng­gu­nakan jasa pengembang, ka­rena alasan margin yang terlalu tinggi hingga sulit untuk men­dapat har­ga yang lebih murah untuk satu unit rumah wartawan.

“Kita akan menunjuk kon­traktor yang cuma mengambil untung dari kegiatan kons­truk­sinya. Soal lahan, kita akan menunjuk satu orang lagi yang akan mengurus tanahnya. Tar­getnya 3.000 unit dan harganya Rp 50 juta untuk tipe 36 dan tanahnya 72 meter persegi. Kalau bisa, tar­get tahun ini selesai,” ungkapnya.

Deputi Bidang Perumahan For­mal Kemenpera Pangihutan Mar­paung mengatakan, baik di wi­layah Parung Panjang maupun Bojong Gede hanya jadi alter­na­tif, untuk membangun proyek perumahan wartawan tersebut.

“Ya kan kalau alternatif berarti pilihannya bisa saja lebih dari sa­tu. Nggak ada masalah sebe­nar­nya, mengingat jumlah rumah yang akan dibangun sekitar 3.000 unit. Tapi, kalau tanah di Parung Panjang, saat ini harganya masih dihitung oleh Perumnas,” kata Paul, sapaan Pangihutan Mar­paung saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Paul mengaku, Kemenpera pe­kan ini masih akan mem­bicarakan lagi soal perumahan wartawan yang akan berlokasi di Citayam, Parung Panjang atau di Bojong Gede. “Perkembangan signifikan belum ada. Kalau ada, akan se­gera diinformasikan,” janjinya.

Anggota Komisi V DPR  Ris­wan Tony justru menilai, prog­ram Kemenpera kebanyakan hanya se­batas angan-angan saja. Seperti proyek perumahan war­tawan yang semula direncanakan diba­ngun di lokasi Citayam. Setelah itu, daerah Parung Pan­jang jadi pilihan. Kini, malah mau di­pin­dah lagi ke Bojong Gede, Bogor.

“Jujur aja ya, sebenarnya prog­ram perumahan wartawan, sam­pai detik ini saja belum pernah dibicarakan di Komisi V DPR. Berbeda dengan proyek rusuna­wa (rumah susun sewa) Cili­wung, yang memang merupakan prog­ram pemerintah dan status­nya bakal disewakan,” kata Po­litisi Partai Golkar ini.

Apalagi, dia melihat, Menteri Djan Faridz seperti bekerja sen­diri dan tidak mau menggu­nakan jasa pengembang, seperti Aso­siasi Pengembang Peruma­han dan Pemukiman Seluruh Indo­nesia (APERSI). Padahal, hal itu dilakukan oleh menteri se­be­lum­nya untuk memper­mudah proyek perumahan.

“Menteri di zaman Orde Baru juga meng­gunakan mekanisme itu agar target perumahannya berja­lan, tapi kenapa dia nggak mau,” katanya.

Riswan Tony mencontohkan, seperti program rusunawa Ci­li­wung yang dikhawatirkan tidak akan rampung hingga tahun 2014. Menurut dia, program Ke­menpera layaknya program Ko­misi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menutup satu kasus dengan kasus lain hingga bias dan mengiming-imingi program lain. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya