PT Indonesia AsaÂhan Aluminium (Inalum)
PT Indonesia AsaÂhan Aluminium (Inalum)
“Anggaran untuk pengamÂbilÂalihan 58,87 persen saham InaÂlum dari investor asal Jepang, meÂÂÂmang belum masuk dalam AngÂgaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah akan meÂminta persetujuan DPR untuk alokasi anggarannya,†kata MenÂteri Perindustrian (MenÂperin) MS Hidayat di Jakarta, kemarin.
Hidayat mengatakan, sebelum berakhirnya kontrak antara InaÂlum dengan NAA, pemerintah akan melakukan investigasi serÂta audit teknologi. Namun, langÂkah terberat adalah menentukan peÂngelolaan Inalum.
“Sebelum 2013, semua ketenÂtuan yang berlaku untuk peÂmuÂtusan itu harus dikeluarkan. KiÂta mesti melakukan investigasi dan kita undang tim penilai dan meÂlakukan audit teknologi serta penghitungan atas nilai buku yang ada,†paparnya.
Ketua Komisi VI DPR AirÂlangga Hartarto mengatakan, DPR memberikan dua opsi peÂngeÂlolaan Inalum pasca berÂakhiÂrnya Master Agreement dengan Nippon Asahan AlumiÂnium JeÂpang. Selain itu, DPR menÂduÂkung kepemilikan Inalum oleh pemerintah pusat.
“Komisi VI DPR memberikan opsi kepada pemerintah pusat, yaitu menyerahkan proyek InaÂlum kepada PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan mengubah staÂtus Inalum menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN),†katanya.
Airlangga menyatakan, apaÂpun pilihan pemerintah mengeÂnai pengelola Inalum pasca berÂakhirÂnya Master Agreement deÂngan NAA Jepang, pemerintah diÂhaÂrapÂkan meningkatkan kaÂpaÂsitas produksi Inalum.
Jika saat ini kapasitas proÂdukÂsinya baru mencapai 250.000 ton per tahun, maka bisa dibesarkan hingga 500.000 ton per tahun.
“Itu salah satu cara agar InaÂlum dapat bersaing dengan peÂrusaÂhaan sejenis milik swasta. TerÂlebih lagi, kebutuhan doÂmesÂtik akan alumunium dalam emÂpat taÂhun ke depan diperÂkirakan menÂcapai 400.000 ton per taÂhun,†terangnya.
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan, pemerintah akan mengajukan angÂgaran Rp 5 triliun untuk membeli Inalum pada 2013. Jumlah ini untuk menambah angÂgaran yang telah disediakan tahun ini seÂbesar Rp 2 triliun. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23