ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
“DPD akan bersinergi dengan semua stakeholder terkait, teruÂtama para kepala daerah untuk meyakinkan semua masyarakat bahwa otonomi daerah dan deÂsentralisasi telah berjalan on the right track,†ujar Ketua DPD Irman Gusman dalam acara rapat dewan peÂngurus & anggota AsoÂsiasi PeÂmerintah Kabupaten SeÂluruh Indonesia (Apkasi) di InÂternaÂtional Financial Center Building, Jakarta kemarin.
Sekretaris Komite EkoÂnomi Nasional (KEN) Aviliani mengaÂtakan, pemerintah perlu untuk menggenjot investasi di luar JaÂwa. Menurut dia, pengemÂbaÂngan investasi di luar Pulau Jawa perÂlu dirangsang oleh peÂmeÂrintah. PaÂra invesÂtor sering lebih berÂhati-hati untuk melaÂkukan inÂvestasi di luar Pulau Jawa.
“BiaÂsanya kalau investasi di luar Pulau Jawa jika bukan peÂmeÂrinÂtah yang mengadakan, orang tidak mau investasi. KaÂrena inÂvestasi di luar Jawa pengÂemÂbaÂliannya lebih lambat diÂbanÂdingÂkan dengan investasi di PuÂlau Jawa,†ungkapnya
Untuk itu, ekonom Indef ini menyarankan, agar proses awal investasi dilakukan oleh pemeÂrintah sehingga nantinya swasta pun bisa tertarik menanamkan moÂdÂal di luar Pulau Jawa.
“MeÂmang harus dimasuki oleh peÂmerintah dulu sehingga akan dibeli oleh swasta. Atau kalau tiÂdak, BUMN dulu nanti akan diÂikuti oleh swasta. Nah, ini yang tidak terjadi di kita,†tandasnya.
Menanggapi berbagai desakan ini, Ketua Apkasi Isran Noor menyatakan, para kepala daerah sudah siap melakukan reformasi birokrasi untuk meningkatkan ekonomi daerah. Khususnya, daÂlam menggenjot inÂvestasi asing. Dengan komitmen ini, pihaknya minta agar peÂmerintah pusat meÂngurungkan niatnya menaÂrik kembali proyek otonomi daerah.
Bupati Kalimantan Timur (KalÂÂÂtim) itu mengatakan, tuÂjuan otoÂnomi dearah itu menÂciptaÂkan peÂmerintahan daerah yang baik, transparan dan berÂtangÂgung jaÂwab.
“Otonomi daeÂrah meruÂpaÂkan komitmen reforÂmasi untuk menjawab kelemahan sistem peÂmerintahan yang seÂbelumÂnya sangat sentralistik,†cetusnya.
Hadir dalam acara itu anÂtara lain Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda yang juga SekÂretaris Jenderal Apkasi, Bupati Tanah Datar M. Shadiq PasadiÂgoe selaku Wakil Sekretaris JenÂdral Apkasi, Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, Bupati Karanganyar Rina Irinani Sri Ratnaningsih, Sekjen DPD Siti Nurbaya Bakar, dan Staf Ahli MenÂdagri bidang pemerintahan Ahmad Zubaidi.
Seperti diketahui, Badan KoÂorÂdinasi Penanaman Modal (BKÂPM) mencatat, realisasi peÂÂnaÂnaÂman modal di luar Pulau Jawa pada kuartal II-2012 seÂbesar Rp 34,7 triliun. Jumlah itu menurun Rp 1,6 triliun diÂbanÂding dengan peÂriode yang sama tahun seÂbeÂlumÂÂnya yang sebesar Rp 33,1 triÂliÂun. Aviliani menyaÂtakan, untuk mencapai target inÂvestasi, pemeÂrintah perlu mengÂgalakan tax holiday (keÂringanan pajak). [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23