Berita

ilustrasi, sembako

Bisnis

Inflasi Juli Diprediksi Di Atas Satu Persen

Kesenggol Kenaikan Harga Sembako
SELASA, 31 JULI 2012 | 08:20 WIB

Inflasi di Bulan Juli ini di­per­kirakan di luar target alias jebol me­nyusul tidak terkendalinya harga bahan-bahan pokok. Ke­pala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Pra­setiantono memprediksi, Juli-Agustus ini akan jadi bulan-bulan tingginya inflasi. Angka­nya bisa mencapai satu persen per bulan.

Menurutnya, faktor musi­man bulan puasa dan musim Le­baran 2012 serta tahun ajaran baru pada Juli-Agustus ini bisa menjadi puncak inflasi nasional.

“Saya perkirakan inflasi pada bulan Juli dan Agustus adalah in­flasi tertinggi tahun ini. Kira-kira untuk dua bulan ini inflasi­nya bisa saja di kisaran satu per­sen karena adanya faktor musi­man tadi,” ujar­nya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, inflasi pada puasa tahun ini cukup tinggi, ka­rena kenaikan harga beberapa ko­moditas. Untuk itu, pemerintah perlu mencermati secara serius peningkatan harga yang terjadi setiap memasuki bulan puasa.

“Mengatasi hal itu pemerintah perlu serius, jangan sampai nanti pemerintah seperti tidak bisa menjaga inflasi saat puasa dan Lebaran, seolah-olah ada pembia­ran oleh pemerintah,” jelasnya.

Menurut Tony, masalah in­flasi yang terjadi selama puasa dise­babkan banyak hal, antara lain kelemahan distribusi logis­tik. Se­lain itu, kenaikan harga transpor­tasi menjelang Lebaran juga men­jadi elemen yang dapat menjadi­kan inflasi pada Juli-Agustus tinggi. Angka inflasi dalam dua bulan Juli dan Agus­tus nanti, diperkirakan masing-masing sekitar satu per­sen per bulan.

“Memang cu­kup tinggi. Bulan kemarin saja sudah sekitar 0,7 persen, pada Juni kemarin itu su­dah tinggi karena masalah liburan saja,” tandasnya. Bahkan, diper­kirakan pada September 2012 akan terjadi deflasi, se­hingga sam­pai akhir tahun inflasi di­perkirakan mencapai  5 persen.

Bank Indonesia (BI) mempro­yeksi, inflasi bulanan Juli 2012 sebesar 0,65 persen atau hanya naik sedikit dari inflasi Juni yang sebesar 0,62 persen. Kepala Biro Humas BI Difi Johansyah me­nga­takan, proyeksi itu berdasar­kan trens pergerakan inflasi di bulan puasa sepanjang 2002-2011. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya