ilustrasi, rusunawa
ilustrasi, rusunawa
Kemenpera siap memÂbangun 12 tower dari 44 toÂwer rusunawa yang direncanaÂkan. “Tak ada koordinasi dengan Cipta Karya PU, tetapi tetap meÂngacu pada Peraturan Menteri KeÂmenÂterian PU Nomor 5 tahun 2007 soal PeÂdoman Teknis PemÂbaÂngunan Rumah Susun SederÂhana BerÂtingkat Tinggi,†kata DeÂputi BiÂdang Perumahan Formal KeÂmenpera Pangihutan MarÂpaung, di Jakarta, Selasa (24/7).
Menurut Marpaung, KemenÂpera optimistis, rusuÂnawa CiliÂwung akan rampung seluruhnya tahun 2014. Dikatakan, saat ini sudah tersedia lahan 7 hektar (ha) dari total lahan 20 hektar yang dibutuhkan dan siap untuk memÂbangun 12 tower lebih dulu.
Sebelum dibangun, katanya, KeÂmenpera harus berkoordinasi lebih dulu dengan Pemerintah Daerah DKI. “Kemenpera maÂsih menunggu persetujuan dari PeÂmeÂrintah Daerah DKI (PemÂda) unÂÂtuk mendapat Izin MendiÂrikan BaÂngunan (IMB),†kata Paul, saÂpaan Marpaung.
Terkait anggaran proyeknya, 12 tower tersebut akan mengÂguÂnakan dana yang telah dialoÂkaÂsikan pemerintah sebesar Rp 600 miliar. Sisanya akan dibaÂngun tahun 2013 dan 2014, KeÂmenÂpera masih menunggu KepuÂtusan KeÂmenterian Keuangan (KemenÂkeu) untuk mengeluarkan dana yang harus dianggarkan.
“Tidak semua tower terdiri 30 lantai. Hanya dua tower saja yang punya 30 lantai. Sisanya, 15-24 lantai,†jelasnya.
Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU Budiono YuÂwono meÂnyaÂtakan, sampai saat ini Kementerian PU saÂma sekali belum dilibatkan dalam proyek rusunawa CiliÂwung itu.
“Cipta Karya belum diajak biÂcara mÂaÂsalah detail proyek itu, apalagi pernyataan resmi PU beÂlum ada soal desain rusun setingÂgi itu,†jelas Budiono kepada Rakyat Merdeka, Selasa (24/7).
Menurut dia, belum ada keÂpasÂÂtian apakah rusunawa terseÂbut benar akan dibangun setinggi 30 lantai atau tidak, lantaran maÂsih banyak hal yang perlu dibiÂcaÂÂraÂkan. Padahal, nantinya tiap lanÂtai rusun terkait dengan saÂsaÂran calon penghuni, terutama soal kemampuan ekonomi, tingÂkat sosial hingga kebiasaan hidup.
“Semua itu bermuara kepada kemampuan penghuni untuk pemeliharaan gedung dan ada kajian yang komprehensif meÂngenai rencana Kemenpera terÂsebut,†ucapnya.
Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi mengatakan, KemenÂpera seharusnya tidak bisa meÂngambil alih semua proyek ruÂsunawa Ciliwung. Kemen PU mesti dilibatkan.
“Masalah desain bangunan kan bukan urusannya Kemenpera, tapi Cipta Karya PU yang lebih mengerti terutama di wilayah kumuh Ciliwung. Selain itu, bukan hanya PU yang mesti dilibatkan, tetapi lembaga terkait seperti Kemenkeu dan Dinas Sosial juga turut dilibatkan,†kata Mulyadi.
Politisi Partai Demokrat ini juga mengimbau agar masalah dana menjadi perhatian KeÂmenÂpera. “Bagaimana mau baÂngun gedung 30 lantai, dananya saja tidak menÂcukupi. AngÂgaran haÂnya Rp 600 miliar, apa KeÂmenÂkeu mau meÂngeÂluarkan biaÂya pemeÂliÂharaan dan perawatan tiap tahÂunÂnya, ini kan harus diÂpikirÂkan,†ujarnya.
DPR, menurut Mulyadi, akan terus mengawasi, termasuk mengÂkoÂordinasikan antar stakeÂholder yang akan menangani proyek rusun CiliÂwung yang kini diambil alih Kemenpera. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23