ilustrasi, Blok Mahakam
ilustrasi, Blok Mahakam
“Di PP itu nanti harus ditegasÂkan semua blok-blok itu harus kemÂbali ke negara begitu konÂtrakÂnya selesai. PP harus meÂngaÂtur tegas pemanfaatan kekayaan alam Indonesia itu dikembalikan ke negara dan negara bisa meÂnugaskan BUMN memeÂgangÂnya,†ujar anggota Komisi VII DPR Bambang Wuryanto di JaÂkarta, kemarin.
Sekretaris Fraksi PDIP itu meÂngatakan, dengan adanya perÂatuÂran tersebut, maka setiap rezim di Indonesia berganti, sudah ada paÂyung hukum untuk melanÂjutÂkan pengelolaan migas. Apalagi dalam pasal 33 UUD 1945 meÂwajibkan bumi dan kekayaan alam dipelihara negara untuk keÂpentingan rakyat.
Bambang juga mengaku aneh deÂngan sejumlah pejabat negara yang lebih senang atau mengÂutaÂmakan asing untuk kembali meÂngelola blok-blok migas yang habis kontraknya, seperti Blok Mahakam. Padahal, jika blok terÂsebut diteruskan asing, negara akan dirugikan minimal Rp 1,98 triliun per bulan.
Ketua Poksi PDIP untuk KoÂmisi VII DPR Daryatmo MarÂdiÂyanto menambahkan, apabila peÂmerintah tidak mau mengambil alih Blok Mahakam yang selama ini dikontrakkan ke Total E&P Indonesia milik Prancis dan InÂpex Corporation Jepang, itu meÂruÂgikan negara.
Untuk diketahui, kontrak karya blok itu dimulai 31 Maret 1967. Kontrak itu berdurasi 30 tahun hingga 31 Maret 1997, yang keÂmudian diperpanjang dan akan berakhir pada 31 Maret 2017.
Saat ini, kata Daryatmo, Total dan Inpex sudah mengajukan lagi perpanjangan kontrak selama 25 tahun hingga 2042. Dari kontrak yang ada sekarang, jatah kedua kontraktor itu 40 persen produksi minyak dari produksi per hari 93.000 barel per hari. Dari jumlah itu, dengan asumsi harga minyak per barel 100 dolar AS, maka nilainya 3,72 juta dolar AS.
“Kontrak migas itu harus diÂputus sekarang. Bayangkan kalau tiap bulan Rp 2 triliun masuk ke negara, pendidikan dan kesehatan itu bisa murah,†katanya.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Rudi Rubiandini meÂngaÂÂtaÂkan, saat ini pemerintah sedang memfinalisasi pembaÂhaÂsan perÂpanÂjangan kontrak blok migas yang akan segera haÂbis masa konÂtraknya.
Terkait keinginan Pertamina untuk menjadi operator di blok tersebut, Rudi mengaku tengah dipertimbangkan. Dia mengakui, pemerintah memang sangat berÂhati-hati dalam memutuskan opeÂÂrator Blok Mahakam. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23