ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendorong adanya reformasi di Kementan yang dinilai belum transparan. PuÂpuk saat ini tidak hanya seÂbagai komoditas biasa untuk petaÂni, tapi juga menjadi komoÂditas poÂlitik daÂlam bisnis perpupukan.
“Reformasi pupuk sudah seÂmesÂtinya dilakukan agar para peÂtani tidak terus merugi dan harÂga pupuk bisa dijangkaunya,†teÂgas Ketua Harian HKTI Sutrisno Iwantono menyikapi kisruh puÂpuk di lingkungan Kementan di Jakarta, kemarin.
Pihaknya menyebutkan, peÂngaÂdaan dan penyaluran pupukÂlah yang paling rawan peÂnyimÂpangan, terutama pada pupuk bersubsidi. Dia juga mengÂkritik lemahnya peÂngawasan DPR daÂlam menindak aksi mafia pupuk.
Untuk itu, dia mendesak DPR leÂbih tegas mengawasi penyaÂluÂran dan pengadaan pupuk.
“KuaÂlitas dan harga pupuk harus betul-betul pro terhadap peÂtani karena selama ini harga yang diÂtawarkan cukup tinggi dan memÂÂberatkan. PeningÂkatan paÂngan mesti diÂjaga,†tegasnya.
Dia berharap, dengan penguÂsutan kasus pupuk ini, pengadaan dan penyaluran pupuk dapat lebih transparan sesuai dengan yang diÂharapkan. Pasalnya, kesukÂseÂsan program ini mempengaruhi caÂpaian target pangan yang diteÂtapkan. “Pupuk bukan hanya koÂmoditas biasa, tapi juga komoÂdiÂtas politik. Kalau pangan ini tidak ada, negeri ini bakal impor terus,†tukasnya.
Sebelumnya, Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Sarana dan Prasarana Kementan Suprapti menyatakan, jika ada pihak yang mempersoalkan keÂputusan paniÂtia lelang tender puÂpuk, maka maÂsih ada masa sangÂgah setelah pengumuman pemeÂnang lelang kemarin.
“ProÂsedur sanggahan disamÂpaiÂkan ke paniÂtia tender melalui LPSE (Layanan Pengadaan SeÂcara Elektronik),†imbuhnya.
Sementara Sekretaris Jenderal HKTI Fadli Zon mempertanyaÂkan sikap diam Komisi IV DPR terÂkait adanya dugaan korupsi peÂngadaan pupuk di Kementan.
Sebagai offer side committee, pengadaan puÂpuk, kata Fadli, Komisi IV DPR berhak dan meÂmiliki kewenangan melaÂkukan pengawasan. “Jadi DPR jangan diam saja, segera tindaklanjuti dugaan tersebut agar petani tidak diruÂgikan,†pinta Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Sedangkan anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat menyaÂtakan, dugaan adanya permainan dalam proses tender tidak bisa disepeÂlekan, termasuk oleh KPK. Apalagi, terdapat dugaan penyeÂlenggara negara yang menjadi beking perusahaan pemenang tender. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23