ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
MeÂnurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, pemerintah jusÂtru tidak berani menerapkan tinÂdakan pengamanan atas produk impor yang masuk, meski sudah ada produsen dalam negeri terinÂdikasi kerugian. Padahal, di luar negeri pengamanan pasar ditemÂpuh dengan memÂberlakukan saÂfeguard dan dumping.
“Ketika tarif bukan menjadi hambatan lagi, pemerintah seÂhaÂrusnya memanfaatkan berbagai hambatan nontarif, antara lain meÂnerapkan instrumen pengaÂmanan perdagangan,†ujarnya di Jakarta, kemarin.
Menurut Sofjan, pasar IndoneÂsia yang besar dengan tingkat perÂtumbuhan permintaan tinggi menÂjadi sasaran negara lain daÂlam melempar produk ekspor.
“Seharusnya pemerintah meÂningÂkatkan aturan safeguard yang bisa menghambat lonjakan imÂpor,†katanya.
Dia mengakui, tanpa langkah efektif pemerintah, defisit dalam neraca perdagangan diperkirakan terus melebar hingga akhir tahun ini. Kondisi itu bahkan sudah teÂcermin dalam kinerja ekspor buÂlaÂnan yang cenderung melandai di tengah laju impor yang justru terus meningkat signifikan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KaÂdin) Suryo BamÂbang Sulisto menyebutkan, cara untuk mengÂimbangi kejatuhan ekspor dengan penguatan konÂsumÂsi domestik. Peningkatan konsumsi domestik, akan mengÂganÂtikan konsumsi barang ekspor.
Untuk itu, pemerintah harus seÂcepatnya menggerakkan sektor riil dengan meningkatkan belanja dan konsumsi dalam negeri dan di sisi lain membuka lapangan kerja baru. “Pemerintah perlu meÂlaÂkukan keberpihakan terhadap perÂekoÂnomian daerah,†ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23