Berita

fauzi-nachrowi/rmol

Fauzi-Nachrowi Harus Lakukan Tiga Langkah Ini

RABU, 18 JULI 2012 | 14:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Hasil kurang memuaskan yang diperoleh Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli pada putaran pertama kemarin akibat gagal memaksimalkan marketing politiknya. Setidaknya, dalam konteks marketing politik, ada tiga langkah yang harus dilakukan pasangan petahana itu untuk memperbaiki image di mata publik Jakarta.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 18/7).

Langkah pertama, kata dia, adalah reframing, yakni memperbaiki image dengan cara menambal (infusing) citra negatif Foke sebagai incumbent yang dianggap gagal mengelola Jakarta dengan memperkuat aspek keberhasilannya.


"Bisa juga dengan cara menetralisir (neutralizing) image negatif melalui kerja sosial yang konkret. Ini sangat dimungkinkan karena Foke incumbent," jelasnya.

Langkah kedua adalah recalibrating. Dalam hal ini, kata Bakir, pasangan yang diusung Partai Demokrat dan sejumlah partai politik itu harus merelokalisasi isu-isu negatif yang selama ini disematkan pada Fauzi Bowo. Misalnya dengan mengakui kegagalan pada aspek-aspek tertentu tapi sudah diambil tindakannya.

"Bahwa ada kegagalan iya, tapi hanya pada aspek tertentu dan sudah dilakukan tindakan perbaikan. Jadi kegagalan bukan pada Foke, tapi pada oknum pejabat dan sudah ditindak," urainya.

"Ketiga refocusing, yaitu menggeser isu-isu negatif dengan membanjirinya dengan isu-isu positif, sehingga fokus masyarakat bergeser ke hal-hal yang positif," tandas dosen marketing politik itu.

Bila Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, setidaknya melakukan tiga langkah ini, bukan tidak mungkin hasil pemilihan di putaran dua September nanti akan berbuah manis. Dominasi Joko Widodo-Basuki T Purnama di putaran pertama akan berbalik dan kalah dari mereka.[dem] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya