Berita

Proyek Rusun 30 Lantai Di Kali Ciliwung

Bisnis

DPR Soroti Proyek Rusun 30 Lantai Di Kali Ciliwung

SENIN, 16 JULI 2012 | 08:02 WIB

RMOL. DPR berharap proyek rumah susun sewa (rusunawa) 30 lan­­tai di bantaran kali Cili­wung dapat terlaksana. Peme­rintah di­minta serius mem­per­siapkan infrastruktur pro­yek rusun di ban­taran kali un­tuk masyarakat miskin.

Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi mengatakan, proyek rusunawa ini merupakan in­struksi Presiden SBY yang ha­rus segera dibangun di ka­wa­san kumuh.

“Semua stakeholder terkait dalam program rusun sebaik­nya segera memperkuat infra­strukturnya supaya proyek rusunawa 30 lantai ini dapat dibangun tepat waktu,” tegas Mulyadi di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pemerintah mesti memastikan kesiapannya membangun rusun tersebut de­ngan melakukan koordinasi antar lembaga terkait, mulai dari lahan, izin, konstruksi gedung dan lainnya.

“Kami hanya ingin me­mas­tikan proyek tersebut dapat terlaksana baik dengan du­ku­ngan Kementerian Peker­jaan Umum (PU) dari aspek tek­nis bangunan gedung, Ke­men­terian Keuangan dari aspek anggaran, Pemda DKI serta du­kungan pengadaan tanah dari Kasad TNI,” jelas Mulyadi.

Dia menyatakan, DPR tidak mempermasalahkan siapa yang akan membangun rusun tersebut karena itu ranahnya pemerintah. DPR mengharap­kan, proyek 44 rusun di ka­wasan kumuh bisa direa­lisa­sikan tepat waktu pada akhir 2014, termasuk di bantaran kali Ciliwung.

Mulyadi mengimbau agar sosialisasi dan edukasi proyek rusun dilakukan supaya kultur masyarakat kecil bisa terbiasa menempati hunian tersebut. Pasalnya, perubahan kultur pen­ting dilakukan.

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menga­takan, proyek rusun 30 lantai ini merupakan bagian dari Ren­cana Kerja Kemenpera ber­da­sarkan Rencana Kerja Peme­rintah (RKP) tahun 2013.

Di antara program prioritas, jkata Djan, salah satunya ad­alah pena­nga­nan Ciliwung (pem­bangunan ru­sunawa) gu­na merelokasi ma­syarakat di bantaran kali tersebut. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya