Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Wuih, 72 Persen Orang Indonesia Giginya Berlubang...

MINGGU, 15 JULI 2012 | 08:03 WIB

RMOL.Riset yang dilakukan Ke­men­terian Kesehatan (Kemenkes) pada 2007 memaparkan fakta sebanyak 72,1 persen masyarakat Indonesia mempunyai gigi ber­lu­bang. Bahkan, lebih dari se­pa­ruh­nya, penderita gigi berlubang umumnya remaja berusia 12 tahun ke atas sebesar 43,3 persen.

Rata-rata para penderita, me­nyimpan lima gigi berlubang di dalam mulutnya. Fakta ini me­nunjukkan masih rendahnya pe­ngetahuan dan kesadaran mas­yarakat untuk merawat ke­se­hatan gigi secara intensif.

Pakar Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Inggris Prof. Cynthia Pine dalam penelitiannya meng­ungkapkan bahwa hanya menyi­kat gigi dua kali sehari dapat menurunkan risiko gigi berlu­bang sebanyak 50 persen.

Professional Rela­tions Mana­ger Oral Care PT Unilever Indo­nesia drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, kese­hatan mulut dan gigi men­jadi perhatian khu­sus dari pro­dusen pasta gigi ter­sebut. Ma­salah gigi disebabkan beberapa tipe dari bakteri peng­hasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karbo­hidrat termasuk sukrosa, fruk­tosa dan glukosa.

“Kampanye ini merupakan bagian dari konsistensi kami untuk menjaga dan memelihara kesehatan mulut, terutama gigi. Masih banyak mitos yang ber­kem­bang dalam masyarakat yang secara tidak langsung mem­pe­ngaruhi kebiasaan ke­luarga, yang berbuntut pada ke­biasaan anak,” kata dokter yang biasa disapa Mi­rah ini, dalam konferensi pers Kam­panye Se­nyum Sehat Indo­nesia Kini dan Nanti di Taman Mi­ni Indonesia Indah (TMII) Sabtu (7/7).

Asam yang diproduksi tersebut mempengaruhi mineral gigi se­hingga menjadi sensitif pada pang­kat hidrogen (pH) rendah. Gigi akan mengalami deminera­lisasi dan remine­ra­li­sasi.

Ketika pH turun di bawah 5,5 maka, pro­ses de­mineralisasi men­jadi le­bih cepat dari remi­ne­ra­li­sasi. Hal itu me­nyebabkan le­bih banyak mi­neral gigi yang lu­luh dan mem­buat gigi berlubang.

“Itu tergantung seberapa be­sar­nya tingkat kerusakan gigi, se­buah perawatan dapat dilaku­kan. Perawatan dapat berupa pe­nyem­buhan gigi untuk men­gem­balikan bentuk, fungsi dan es­tetika,” urainya.

Bulan Kesehatan Gigi Na­sional (BKGN) 2012 merupakan kerja sama PT Unilever dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), sebagai salah satu refleksi kesinambu­ngan komit­men yang akan di­mu­lai pada Sep­tember mendatang.

Menurut Mirah, kesehatan gigi dan mulut sangat penting dan menentukan kesehatan tubuh secara kese­luruhan. Dia mengim­bau orang tua mengjari anak untuk me­nyikat gigi dan datang ke dokter gigi secara teratur.

“Merawat gigi merupakan in­vestasi bagi setiap orang karena usaha yang dilakukan saat ini manfaatnya dapat terasa di masa mendatang,” ujar External Rela­tions Director and Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso.

Menurut Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Zaura Rini Angra­eni, minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan bukan persoalan biaya yang selangit.

“Saat ini sudah banyak pus­kesmas yang memiliki fasilitas yang memadai dalam membantu masyarakat, sudah kompeten untuk menjadi alternatif lain da­lam pemeriksaan gigi, pen­ce­gahan atau untuk mengobati. Sebab, saat ini sudah ada Un­dang-Undang terkait penyediaan lembaga kesehatan, puskesmas,” jelas Zaura.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya