ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Riset yang dilakukan KeÂmenÂterian Kesehatan (Kemenkes) pada 2007 memaparkan fakta sebanyak 72,1 persen masyarakat Indonesia mempunyai gigi berÂluÂbang. Bahkan, lebih dari seÂpaÂruhÂnya, penderita gigi berlubang umumnya remaja berusia 12 tahun ke atas sebesar 43,3 persen.
Rata-rata para penderita, meÂnyimpan lima gigi berlubang di dalam mulutnya. Fakta ini meÂnunjukkan masih rendahnya peÂngetahuan dan kesadaran masÂyarakat untuk merawat keÂseÂhatan gigi secara intensif.
Pakar Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Inggris Prof. Cynthia Pine dalam penelitiannya mengÂungkapkan bahwa hanya menyiÂkat gigi dua kali sehari dapat menurunkan risiko gigi berluÂbang sebanyak 50 persen.
Professional RelaÂtions ManaÂger Oral Care PT Unilever IndoÂnesia drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, keseÂhatan mulut dan gigi menÂjadi perhatian khuÂsus dari proÂdusen pasta gigi terÂsebut. MaÂsalah gigi disebabkan beberapa tipe dari bakteri pengÂhasil asam yang dapat merusak karena reaksi fermentasi karboÂhidrat termasuk sukrosa, frukÂtosa dan glukosa.
“Kampanye ini merupakan bagian dari konsistensi kami untuk menjaga dan memelihara kesehatan mulut, terutama gigi. Masih banyak mitos yang berÂkemÂbang dalam masyarakat yang secara tidak langsung memÂpeÂngaruhi kebiasaan keÂluarga, yang berbuntut pada keÂbiasaan anak,†kata dokter yang biasa disapa MiÂrah ini, dalam konferensi pers KamÂpanye SeÂnyum Sehat IndoÂnesia Kini dan Nanti di Taman MiÂni Indonesia Indah (TMII) Sabtu (7/7).
Asam yang diproduksi tersebut mempengaruhi mineral gigi seÂhingga menjadi sensitif pada pangÂkat hidrogen (pH) rendah. Gigi akan mengalami demineraÂlisasi dan remineÂraÂliÂsasi.
Ketika pH turun di bawah 5,5 maka, proÂses deÂmineralisasi menÂjadi leÂbih cepat dari remiÂneÂraÂliÂsasi. Hal itu meÂnyebabkan leÂbih banyak miÂneral gigi yang luÂluh dan memÂbuat gigi berlubang.
“Itu tergantung seberapa beÂsarÂnya tingkat kerusakan gigi, seÂbuah perawatan dapat dilakuÂkan. Perawatan dapat berupa peÂnyemÂbuhan gigi untuk menÂgemÂbalikan bentuk, fungsi dan esÂtetika,†urainya.
Bulan Kesehatan Gigi NaÂsional (BKGN) 2012 merupakan kerja sama PT Unilever dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), sebagai salah satu refleksi kesinambuÂngan komitÂmen yang akan diÂmuÂlai pada SepÂtember mendatang.
Menurut Mirah, kesehatan gigi dan mulut sangat penting dan menentukan kesehatan tubuh secara keseÂluruhan. Dia mengimÂbau orang tua mengjari anak untuk meÂnyikat gigi dan datang ke dokter gigi secara teratur.
“Merawat gigi merupakan inÂvestasi bagi setiap orang karena usaha yang dilakukan saat ini manfaatnya dapat terasa di masa mendatang,†ujar External RelaÂtions Director and Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso.
Menurut Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), drg Zaura Rini AngraÂeni, minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memelihara kesehatan bukan persoalan biaya yang selangit.
“Saat ini sudah banyak pusÂkesmas yang memiliki fasilitas yang memadai dalam membantu masyarakat, sudah kompeten untuk menjadi alternatif lain daÂlam pemeriksaan gigi, penÂceÂgahan atau untuk mengobati. Sebab, saat ini sudah ada UnÂdang-Undang terkait penyediaan lembaga kesehatan, puskesmas,†jelas Zaura. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15
UPDATE
Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01
Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40
Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30
Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00
Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41
Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21
Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05
Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41
Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37
Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17