Berita

hatta rajasa/ist

Hatta Rajasa Cuma Gagah-gagahan untuk Pencitraan

SELASA, 10 JULI 2012 | 17:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Akal sehat di negeri ini selalu dikalahkan oleh syahwat politik pencitraan segelintir elite, seperti yang dilakukan Hatta Rajasa. Ibarat orang yang makan saja masih mengutang, tetapi masih gagah-gagahan membuat perhelatan agar dianggap kaya.

Demikian kritik Wakil Rektor President University, Muhammad AS Hikam, terkait pemberian bantuan 1 miliar dolar AS kepada International Monetary Fund oleh pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa beralasan, bantuan yang akan digunakan untuk mengatasi krisis di Eropa itu berimplikasi bagi perekonomian nasional. Makanya ia berharap, IMF tak hanya menggunakan pinjaman itu untuk membantu negara-negara di Eropa tetapi juga di Asia dan Afrika.


Bagi Hikam, pemberian bantuan tersebut tak lebih sebagai ulah lebay yang dibalut dengan retorika demi penyehatan ekonomi dunia dan sebagainya.

Hatta Rajasa, menurut dia, pura-pura lupa bahwa yang membuat ekonomi dunia kacau bukanlah negeri miskin seperti RI, tetapi sistem kapitalisme global.

"Mbokya lihat kemiskinan di negeri sendiri yang masih akut dan memerlukan upaya pengentasan. Lagipula, bukankah IMF adalah salah satu biang masalah ketimpangan ekonomi dunia?" katanya.

"Namanya "nulung kepenthung!" Dan hanya orang dungu saja yang melakukannya," keluh Menristek era Presiden Abdurrahman Wahid itu seperti tertulis dalam akun jejaring sosial miliknya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya