Berita

heru lelono/ist

Inilah Jawaban Istana untuk Hari Suwandi dan Korban Lapindo Lainnya

SELASA, 10 JULI 2012 | 10:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden SBY akan memperhatikan setiap kepentingan masyarakat. Tentunya, perhatian dan respon presiden diberikan dalam bentuk keputusan kebijakan tentang hal-hal yang perlu terkait permasalahannya.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Public Relations, Heru Lelono kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Selasa, 10/7), terkait aksi jalan kaki dan keinginan Hari Suwandi, korban Lapindo, untuk bertemu langsung dengan presiden SBY.

Dijelaskan dia, kalau yang diperjuangkan Hari Suwandi adalah pembayaran ganti rugi, maka sebenarnya presiden sudah meminta beberapa kali kepada pihak Lapindo untuk segera memenuhi kewajibannya. Dan nampaknya, tegas dia, hal itulah yang beberapa kali tidak dipenuhi pihak Lapindo.


"Saya tidak tahu apa sanksi yang bisa diambil," akunya.

Namun bila keinginan Hari dan korban Lapindo lainnya menyangkut kewajiban pemerintah, diyakinkan Heru Lelono, maka hal itu pasti akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan yang dibuat antara semua pihak beberapa waktu sebelumnya.

Hari Suwandi (44) adalah warga Porong, Sidoarjo. Mewakili warga Porong korban lumpur Lapindo, ia menggelar aksi jalan kaki meninggalkan Pos Pantau BPLS di Sidoarjo pada 14 Juni lalu dan tiba di Jakarta dua hari lalu. Hari ingin menemui SBY untuk menyampaikan langsung aspirasinya mengadukan sisa uang ganti rugi lahan yang belum lunas dibayarkan PT Lapindo.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya