Berita

prabowo subianto/ist

Suhardi Yakin Gerindra Kejar Ketertinggalan dari Prabowo

SELASA, 10 JULI 2012 | 10:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Elektabilitas Prabowo Subianto sebagai Capres lebih tinggi dibandingkan partainya, Gerindra. Namun, upaya konsolidasi dan penguatan jaringan partai hingga struktur terendah (tingkat ranting) yang sudah dan akan terus dilakukan ke depan nanti, diyakini bisa mengejar ketertinggalan tersebut.

"Memang Pak Prabowo sudah terkenal sejak tahun 70-an sementara partai baru berumur empat tahunan, tapi kita sudah dan akan terus bekerja keras memperkuat infrastruktur partai," ujar Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Suhardi, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Selasa, 10/7).

Diyakinkan dia, saat ini kekuatan Gerindra sudah berbeda jauh dibandingkan pada saat pemilu 2009 lalu. Infrastruktur partai sudah menjangkau ke tingkat terendah di seluruh pelosok tanah air.


"Sekarang kita punya ranting dan anak ranting di setiap daerah. Mesin partai sudah menjangkau ke tingkat terendah," imbuhnya.

Fakta lain dari besarnya kekuatan Gerindra saat ini, lanjut dia, adanya ribuan kader militan hasil pelatihan dan didikan partai yang tersebar di seluruh kecamatan di seantero nusantara. Militansi mereka untuk menggerakkan mesin partai dalam merangkul pemilih tidak diragukan lagi.

"Selama setahun ini kita berhasil mencetak 6 ribu kader militan di seluruh kecamatan. Itu hasil pelatihan 21 angkatan. Ke depan masih akan kita lakukan," jelasnya.

Penilaian beberapa pengamat yang menyebut suara Gerindra tak akan bisa mengimbangi suara Prabowo, bagi Suhardi, wajar-wajar saja.

"Karena memang kerja-kerja untuk perluasan dan penguatan infrastruktur dan kekuatan yang dilakukan partai selama ini tidak dipublikasi besar-besaran," tandas dia.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya