Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

3 BUMN Tancapkan Kuku Di Myanmar

Kembangkan Bisnis Di Luar Negeri
SENIN, 09 JULI 2012 | 08:18 WIB

RMOL. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta perusahaan pelat me­rah terus mengembangkan bis­nisnya hingga keluar negeri.

Dahlan mengatakan, dalam waktu dekat ada tiga perusahaan pelat merah yang akan me­le­barkan sayapnya di Myanmar (Burma). Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Wijaya Kar­ya Tbk, PT BNI Tbk dan PT Per­tamina (Persero).

“Kantornya sudah terbentuk, tapi bukan masing-masing. Ya ada 2-3 orang yang bekerja di sana mencari peluang bisnis,” kata Dahlan.

Bekas Direktur Utama PT PLN ini mengatakan, alasan dipi­lihnya Myanmar karena peran Pemerintah Indonesia yang be­gitu besar dalam proses de­mok­rasi di negara tersebut. Apalagi kultur, budaya dan aga­ma sama.

“Sayang kalau Indonesia ti­dak menguasai perekonomian Burma. Jangan sampai negara lain yang berhasil ekspansi,” kata Dahlan.

Apalagi Presiden SBY meru­pakan orang yang dihormati di Myanmar karena berperan da­lam menentukan rumusan ne­ga­ra itu menjadi negara terbuka.

Menurut Dahlan, daripada eks­pansi ratusan miliar ke Ti­mur Tengah dan rugi, lebih baik ekspansi ke Myanmar sesama negara Asia.

“Kita buka kantor cabang BUMN di Burma, yang penting kita tancapkan kuku dulu. Ada BNI, WIKA dan Pertamina bu­ka juga kantor di sana. Po­kok­nya punya kantor dulu, cari-cari peluang apa yang bisa di­ker­jakan,” tandas Dahlan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya