Berita

ist

Boni Hargens: Nasdem Harus Konsisten Sebagai Partai Kaum Muda

RABU, 27 JUNI 2012 | 19:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Di balik grafik popularitas  yang terus meningkat, Partai Nasdem dilanda kisruh internal. Kelompok orang tua yang dulu tidak bersedia Nasdem berubah dari ormas menjadi parpol, kini mendesak Ketua Majelis Partai Nasdem Surya Palloh mengganti semua kepengurusan partai sekarang. Alasannya, fungsionaris Nasdem sekarang bukan figur yang dikenal publik. Mereka hanyalah aktivis lapangan yang tidak dikenal oleh masyarakat luas.

Menurut pengamat politik dari UI, Boni Hargens, pendapat seperti itu sebagai hal yang wajar tetapi tidak berarti bisa dibenarkan begitu saja. Sebagai partai alternatif, partai yang ingin membangun tradisi politik baru di Indonesia sesuai dengan semangat kaum muda yang dinamis, moderat, proaktif, dan inovatif, kata dia, Nasdem mesti konsisten dengan kepemimpinan muda.

"Kalau pengurus diganti dengan wajah tua, malah menjadi kontraproduktif. Tidak sesuai dengan semangat awal Nasdem," jelas dia kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 27/6).


Kalau itu terjadi, menurutnya, publik akan melihat partai Nasdem sama seperti partai lain, dan hanya ingin mendaur ulang pola politik lama yang berciri basa-basi.  Yang dibutuhkan dalam membangun partai, katanya mengingatkan, sebetulnya bukan figur dengan popularitas tinggi, tetapi kader yang bekerja keras di lapangan, yang bisa menangkap aspirasi masyarakat dan merespons melalui  kerja nyata dengan berlandaskan pada ideologi partai.  

"Mengubah  ideologi menjadi misi, menjadi tugas, menjadi tanggungjawab konkrit adalah tugas dasar pengurus partai. Maka, popularitas tidak begitu penting," bebernya.

Diingatkan dia lagi, persoalan kita memang terlanjur mengamalkan model demokrasi yang terjebak pada pasar yang mementingkan aspek visual dan popuaritas, bukan aspek kualitas atau kompetensi.

"Nasdem tidak perlu terjebak pada demokrasi pasar ini, kalau memang benar tujuan partai adalah membangun demokrasi Indonesia yang berorientasi pada perubahan mutu hidup rakyat banyak," tandasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya