Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Usia 40 Tahun ke Atas Rawan Terkena Neuropati

Waspadai Penyakit Syaraf di Balik Kesemutan
MINGGU, 03 JUNI 2012 | 08:08 WIB

RMOL.Waspadalah jika Anda sering mengalami nyeri, mati rasa, kram, kaku-kaku, kesemutan atau rasa terbakar. Itu merupakan tanda awal gangguan syaraf yang dikenal dengan neuropati.

Penyakit ini biasa meng­ancam satu dari empat orang usia di atas 40 tahun dan satu dari dua penderita diabetes. Kini, penyakit itu mulai menyerang anak muda.

Ketua Studi Neurologi dan Sya­raf Tepi dari Departemen Neu­­rologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Dr Manfaluthy Hakim menje­laskan, neuropati bisa menye­rang siapa saja, terutama pada usia 40 tahun ke atas.

Selain itu, risiko tinggi juga dapat terkena bagi penderita dia­betes atau mereka yang berisiko diabetes, pemilik riwayat neu­ro­pati di keluarga, penderita pe­nyakit jantung dan hipertensi, perokok, serta mereka yang suka mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu.

 â€œSecara umum, neuropati se­ringkali tidak disadari sebagai penyakit, melainkan dipandang sebagai kondisi yang umum ter­jadi. Padahal jika dibiarkan, kon­disi neuropati dapat meng­gang­gu mobilitas penderitanya,” kata Manfaluthy Hakim dalam Dis­kusi Media bertajuk Kenali Neu­ropati dan Perhatikan Ge­ja­lanya di Jakarta, Selasa (29/5).

Untuk mencegah neuropati, kata dia, perlu penerapan pola hi­dup sehat dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang, terutama vitamin B. Nutrisi ini penting untuk melindungi dan meregenerasi sel-sel syaraf.

“Kesemutan secara spontan tanpa ada penyebabnya perlu di­waspadai karena itu bisa merusak saraf tepi tubuh,” warning Hakim.

Ketua Perhimpunan Dokter Spe­sialis Saraf Indonesia (Per­dossi) Prof dr Moh Hasan Mach­foed menambahkan, neuro­pati merupakan kondisi gang­guan dan kerusakan saraf yang di­se­babkan oleh trauma pada saraf, atau ka­rena efek samping dari suatu pe­nyakit sistemik.

“Sekitar 26 persen atau 1 dari 4 orang yang berusia 40 tahun ke atas terkena neuropati. Pada penderita diabetes, angka preva­lensi ini meningkat menjadi 50 persen atau 1 dari 2 penderita. Neuropati dapat menyerang me­reka yang mengalami defisiensi vitamin B1, B6, dan B12,” be­ber Hasan.

Lebih lanjut Ia menguraikan, ris­iko ini semakin besar pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, menderita diabetes atau berisiko menderita diabetes.

“Vitamin yang termasuk ke dalam golongan neurotopik ada­lah vitamin B1, B6 dan B12. Jika kekurangan vitamin B1 bisa me­nyebabkan neuropati yang me­nyakitkan pada anggota gerak tubuh,” cetusnya.

Vitamin B6 diperlukan oleh sistem saraf dan sistem imun agar bisa berfungsi dengan baik. Se­dangkan vitamin B12 penting untuk pembentukan selubung mie­lin (selubung yang menge­li­lingi dan melindungi saraf) dan nukleoprotein.

Hasan menyatakan, mielin ini sangat penting untuk memper­lan­car aliran organ tubuh dari otak ke seluruh tubuh. Jika ke­ku­ra­ngan vitamin B12, bisa me­nye­bab­­kan rusaknya selu­bung mei­lin sehingga terjadi gang­guan pa­da saraf seperti baal, mati rasa, ke­semutan, kram dan kaku-kaku.

“Rusaknya meilin dapat mem­buat rangsangan dari luar nggak cepat sampai ke otak sehingga responsnya jadi terlambat,” kata Hasan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya