Berita

Hajryianto Y. Thohari

Dorongan agar Golkar Siapkan Hajriyanto sebagai Capres Menguat

KAMIS, 24 MEI 2012 | 12:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Dorongan agar Golkar mengajukan calon presiden dari tokoh muda menguat.

Sebelumnya, Ketua  MPR Taufiq Kiemas mengungkapkan itu karena menurutnya, Aburizal Bakrie, sang ketua umum lebih baik menjadi king maker menyiapkan tokoh muda untuk maju.

Beberapa nama tokoh muda yang layak maju dalam pandangan suami Megawati Soekarnoputri itu adalah Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, dan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham.

Terkait dengan itu, kepada pers hari ini,  Direktur Eksekutif Insight Institute, Abror Aziz, mengungkapkan, Golkar memang harus menyiapkan tokoh alternatif selain Aburizal untuk diusung pada pilpres yang akan digelar dua tahun lagi itu.

Dia beralasan, meski didukung seluruh DPD I Partai Golkar, tingkat penerimaan masyarakat terhadap Aburizal masih dipertanyakan. Untuk itu Partai Golkar harus menyiapkan figur alternatif yang lebih bisa diterima masyarakat.

”Golkar juga harus realisitis jika penerimaan masyarakat terhadap Ical masih rendah. Perlu disiapkan figur yang lebih bisa diterima. Sosok seperti Hajriyanto Y. Tohari bisa jadi pilihan alternatif," kata Abror.

Partai Golkar, menurut Abror, harus serius memperiapkan calon alternatif dalam Pilpres 2012.  Sebab jika Aburizal tetap dipaksakan, akan merugikan Golkar sendiri.

Mantan Ketua DPP Golkar Zainal Bintang sebelumnya mengungkapkan, percepatan pencapresan Aburizal akan membangunkan macan tidur, yang ada di partai berlambang pohon beringin tersebut. Karena memang, di Golkar terdapat banyak faksi, salah satunya, ungkap Zainal, adalah faksi Hajriyanto Thohari, anak muda potensial, yang memiliki basis di kampus-kampus. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya