Berita

syahganda nainggilan/ist

Puan Maharani Bisa 'Dikawinkan' dengan Prabowo atau Aburizal

SENIN, 21 MEI 2012 | 18:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Semua elemen di jajaran PDIP perlu bekerja keras agar kepantasan Puan Maharani mendapat pengakuan sekaligus dukungan politik berbagai pihak, utamanya dari lingkungan partai politik nasional yang basis dukungannya signifikan.

Demikian diungkapkan Ketua Dewan Direktur Lembaga Kajian Publik Sabang-Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan di Jakarta, Senin (21/5).

Dikatakan Syahganda, ada dua langkah strategis untuk mendudukkan Puan dalam agenda kepemimpinan nasional.

Pertama, mensinergikan Puan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto atau Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal
Bakrie agar Puan ditempatkan menjadi calon wakil presiden dalam Pilpres 2014.

"Ini langkah paling realistis untuk mengasumsikan kemenangan calon presiden yang menggandeng Puan dalam merebut dukungan pemilih sebesar-besarnya," ujar Syahganda.

Sedangkan kedua, katanya, jika dimungkinkan PDIP secara tegas mengusung Puan sebagai calon presiden namun mengambil calon wakil presidennya dari unsur muda berpengaruh di pentas nasional, baik berunsur partai politik atau bukan.

"Kalau yang kedua harus dipilih, maka perjuangan menggolkan Puan ke pucuk pimpinan nasional memang perlu tenaga besar. Karenanya pendampingnya perlu anak muda yang hebat dan dipercaya bisa menciptakan kemenangan bersama," terangnya.

Namun demikian, Syahganda menyatakan konsep Puan menjadi calon presiden tidak layak digandeng dengan tokoh berusia tua lantaran akan menjadi beban politik yang berisiko untuk kekalahan Puan. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya