Berita

hery sucipto/ist

Arab Spring Buka Peluang Kebangkitan Politik Islam

KAMIS, 10 MEI 2012 | 14:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gelombang revolusi yang dikenal dengan Arab Spring yang melanda negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara telah memberikan peluang bagi kebangkitan gerakan dan politik Islam.

Demikian dikatakan Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Dunia Islam (PKTTDI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Hery Sucipto, dalam seminar "Arab Springs dan Kebangkitan Politik Syariah" di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (9/5).

Menurutnya, kemenangan gerakan Islam Salafi dengan Partai An-Nour sebesar 25 persen, serta Partai Keadilan dan Kebebasan, sayap politik gerakan Ikhwanul Muslimin sebesar 48 persen di Mesir, menunjukkan politik Islam terbangun dan sedang bangkit.

"Kemenangan itu paling tidak dapat menjelaskan, minimal dalam jangka pendek, awal kebangkitan politik Islam. Namun demikian, kebangkitan itu harus diuji dalam pentas politik kenegaraan," jelas Hery.

Dalam pandangannya, uji sahih dalam bentuk kinerja praktis diperlukan apakah kebangkitan itu benar-benar sesuatu yang sesungguhnya atau karena hanya spontanitas masyarakat yang karena kran keterbukaan, memilih partai-partai Islam.

"Masih butuh waktu untuk itu. Saya melihat, euforia ini menjadi momentum positif apakah Islam kompatibel dengan nilai-nilai demokrasi," lanjutnya.

Sebagai pendatang baru di pentas politik, tambah Hery, kubu Islamis di Mesir harus pandai-pandai memainkan peran dan strategi. Sebab, katanya, kemenangan mereka tidak saja mengejutkan kelompok sekularis dan militer, tapi juga negara-negara Barat sangat tidak enjoy dengan kemenangan tersebut.

Meski demikian, ia berharap, di tangan kelompok Islam, transformasi demokrasi di negara-negara Arab, khususnya Mesir, Tunisia, Maroko dan lainnya, dapat berlangsung lancar. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya