Berita

kabinet/ist

Iberamsjah: Reshuffle Bukan Solusi Lagi, Ganti Saja Presiden

SELASA, 08 MEI 2012 | 14:27 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Negara ini tidak perlu lagi reshuffle kabinet. Bahkan perombakan para menteri pun tidak akan lagi bisa memberikan dampak positif yang signifikan bagi rakyat. Belum lagi jika melihat posisi Presiden SBY yang terjepit di antara koalisi dan Setgab.

"Isu reshuffle ini merupakan salah satu bentuk kegenitan politik partai yang lapar kekuasaan," karta pengamat politik Universitas Indonesia, Iberamsjah, dalam diskusi "Reshuffle atau Ganti Presiden" di Rumah Perubahan 2.0, Komplek Duta Merlin, Jakarta, Selasa (8/5).

SBY selalu dibuat bingung dengan tingkah Sekretariat Gabungan yang semakin membelenggu dia.  "Setgab menciptakan banyak lagi tawar menawar dalam politik dan belum tentu memberikan perubahan," lanjutnya.


Kini, masih menurut profesor Iberamsjah, kabinet SBY-Boediono sudah di titik nadir. Kabinet melupakan tugas menciptakan kesejahteraan rakyat, menciptakan rasa aman, menjaga martabat bangsa, menjaga integrasi bangsa dan memberikan peran penting di dunia internasional. Fakta itu yang membuat banyak orang sampai pada kesimpulan radikal untuk mengubah situasi bangsa.

"Rombak total negara ini, ganti presiden dan ganti partai yang sudah ada," serunya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya