Berita

alex noerdin

Program Alex Noerdin: Dari Sebelum Lahir Sampai Mati Gratis

SELASA, 08 MEI 2012 | 10:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gerakan Muda Peduli Jakarta (GMPJ dinilai takut dengan progam-program yang ditawarkan calon gubernur Alex Noerdin. Bahkan semua calon gubernur DKI Jakarta ngeri melihat apa yang ditawarkan jagoan Golkar, PPP, dan PDS itu.

Kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 8/5), Ketua Umum DPW PPP DKI Jakarta Lulung Lunggana mengungkapkan itu menanggapi unjuk rasa massa dari GMPJ di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, kemarin yang menolak pencalonan Alex Noerdin karena mereka nilai terbukti gagal memimpin Sumatera Selatan.

"Bayangkan saja. Pertama, dari ibu melahirkan, gratis; anaknya keluar lalu sunatan gratis; akte kelahiran gratis. Mulai masuk 1 SD Negeri gratis sampai 12 tahun dia gratis. 12 tahun ingin naik motor, dibikinin SIM-nya garits. Dia kawin, biaya akte nikah gratis. Kemudian matinya (biayanya) gratis," ungkapnya membeberkan program Alex Noerdin.

Menurut Lulung, ini bukan hanya janji. Semuanya telah dilaksanakan Alex, mulai saat menjabat Bupati Musi Banyuasin hingga saat ini menjadi Gubernur Sumatera Selatan. Karena itu, katanya, Alex hanya memindahkan programnya dari Sumatera Selatan ke Jakarta.

"Bayangkan kalau saya berpendapat, kalau saja Alex Noerdin 10 tahun atau 12 tahun yang lalu datang ke Jakarta, warga sudah sejahtera. Artinya pada tahun 2002, pada saat dia Bupati Muba, sudah menyelenggarakan program itu. Berapa tahun nih Jakarta ketinggalan," ungkapnya.

Padahal, katanya membandingkan, anggaran Muba sangat sedikit dibanding Jakarta. Tapi Alex bisa melakukan itu semua.

"Itu anggarannya kurang dari Rp1 triliun. Dan (anggota) DPRD tingkat 11 banyak sekali. Disini tidak ada DPRD tingkat II. Anggaran belanjanya hampir Rp 36 triliun. Bayangkan, berapa kali lipat anggaran Muba itu," demikian Lulung. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya