Berita

ilustrasi, gas bumi

Bisnis

BP Migas Naikkan Harga Jual Beli Gas

SELASA, 08 MEI 2012 | 10:21 WIB

RMOL. Badan Pelaksana Kegiatan Usa­ha Hulu Minyak dan Gas Bu­mi (BP Migas) menaikkan harga dua kontrak perjanjian jual beli gas bumi ke Perusahaan Gas Ne­gara (PGN).

Kedua kontrak tersebut berasal dari lapangan Grissik, Blok Co­rridor yang dioperasikan Co­no­coPhillips dan lapangan Per­tamina EP di Sumatera Selatan.

“Harganya naik lebih dari dua kali lipat,” kata Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana di Jakarta, kemarin

Saat ini, kata dia, Conoco me­masok 412 miliar British thermal unit per hari, sedangkan Per­ta­mina EP sekitar 250 miliar Bri­tish thermal unit per hari. Gas dikirim ke konsumen PGN di Jawa Barat melalui pipa South Sumatera West Java.

Harga gas dari Conoco sebe­lumnya hanya 1,85 dolar AS per  British thermal unit, s­e­men­tara harga gas Pertamina sekitar 2,23 dolar AS per British thermal unit. Dengan adanya kenaikan pa­da dua kontrak tersebut, mem­buat penerimaan negara pada 2012 bertambah 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun.

Gde menjelaskan, sebelum naik penjualan gas ke PGN yang rendah dinilai sangat timpang ter­hadap harga gas lainnya. Ra­ta-rata harga jual gas ke do­mes­tik saat ini telah di atas 6 dolar AS per British thermal unit.

Dengan kondisi ini, BP Migas kemudian meminta kepada para pembeli gas untuk melakukan pe­ninjauan harga jual gas. Kon­trak dengan volume gas besar dan har­ga jual rendah menjadi prioritas. “Belasan kontrak gas domestik maupun ekspor dire­negosasi,” katanya.

Gde berharap, dengan harga baru yang lebih tinggi ini dapat menjadi acuan yang dapat mem­bantu sektor hulu migas untuk melakukan kajian keeko­nomian atas cadangan maupun prospek yang sudah ditemukan. Lapangan yang sebelumnya dinilai tidak ekonomis, dengan acuan harga yang lebih baik, ber­potensi untuk dikembangkan. “Pasokan gas yang berke­sinam­bungan akan lebih terjamin,” kata Gde. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya