PT Merpati Nusantara Airlines
PT Merpati Nusantara Airlines
RMOL. PT Merpati Nusantara Airlines menÂcatat jumlah penumpang hingÂga kuartal I-2012, yakni peÂriode Januari-April sebesar 800.000 orang atau sekitar 16 perÂsen dari target keseluruhan peÂnumpang di tahun ini.
Sekretaris Perusahaan MerÂpati Imam Turidi mengatakan, angÂka tersebut cukup meÂmuasÂkan karena naik sekitar 20 perÂsen dari periode yang sama tahun lalu.
“Biasanya kuartal I memang renÂÂdah, karena low season dan fakÂÂtor kondisi cuaca yang buÂruk di banyak rute Merpati,†ujar Imam di Jakarta, Jumat.
Meski demikian, Imam yaÂkin tarÂget 5 juta penumpang dapat tereaÂlisasi karena pada kuartal II biasanya ada lonÂjakan peÂnumÂpang. Dari jumÂlah penumÂpang tersebut, seÂkitar 70 persen adaÂlah peÂnumpang untuk rute SuÂlawesi, Papua dan Nusa TengÂgara TiÂmur (NTT).
Tahun ini mayoritas penerÂbaÂngan Merpati tetap fokus meÂnemÂpuh rute perintis, sehingga seÂring kali harus masuk ke daerah terpencil atau remote area.
“Sekitar 60 persen penerÂbaÂngan kami adalah ke rute-rute terÂpencil seperti Merauke dan wiÂlayah timur lainnya,†pungÂkas Imam.
Saat ini Merpati memiliki 26 ruÂte penerbangan perintis ke seÂluruh Indonesia. Merpati juga akan mengoperasikan 17 pesaÂwat Boeing 737 klasik berbagai jenis hingga akhir 2012.
Komut Digugat
Komisaris Utama (Komut) MerÂpati Rudi Setyopurnomo dilaÂporkan ke Mabes Polri oleh salah satu karyawannya, SuÂmarÂnyoÂÂto, yang akrab dipangÂgil Sansan.
Menurut Sansan, laporan itu terkait email komisaris utama kepada BoD (Board of Director) yang ditembuskan ke beberapa orang yang isinya tidak benar dan mencemarkan nama baik.
Email yang mendiskreditkan dirinya tersebut dikirim Kamis (19/4). Dalam surat elektronik itu, Rudi menuding Sansan meÂmiliki perusahaan rekanan agen travel di Bandung. Lantaran itu, Sansan diangÂgap merugikan perusahaan guna mengunÂtungÂkan diri sendiri.
“Saya disangka banyak men-support kantor cabang pemÂbantu (KCP) karena dianggap meÂmiÂliki saham untuk keÂuntungan KCP dan pribadi,†ucap Sansan.
Tudingan lain yang juga memÂÂbuatnya kecewa, diriÂnya memÂboÂcorkan data peruÂsahaan. Data itu kemudian diguÂnakan untuk keÂÂpentingan priÂbadi. Sebab itu, SanÂsan lantas melaporkan pasal peÂÂlanggaran Undang-undang ITE (Informasi Transaksi ElekÂtroÂÂnik) pasal 27 ayat 3, serta paÂsal penÂcemaran nama baik ke kepolisian.
“Karena secara lisan sudah dikonfrontir tapi tidak ada juga klarifikasi dari Pak Rudy SetÂyopurnomo. Inilah salah satu cara kami mencari keadlian,†ujar kuasa hukum Sansan, Habiburrokhman. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23