ilustrasi, Proyek Trans Tol Jawa
ilustrasi, Proyek Trans Tol Jawa
RMOL. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto pesiÂmisÂtis seluruh ruas tol Trans Jawa bisa beroperasi pada 2014, atau sÂesuai yang seÂmula diÂtargetÂkan pemerintah. Sebab, hingga saat ini masih banyak proyek di ruas tersebut terkendala berbagai perÂsoalan, seÂperti keterÂsediaan peÂngadaan tanah ataupun pemÂbiayaan.
Djoko memperÂkirakan, sediÂkitÂnya hanya enam dari semÂbilan ruas tol Trans Jawa tersisa yang dapat beroperasi seÂsuai target.
Keenam ruas tol terÂsebut yaitu Cikampek-PalimanÂan, SeÂmaÂrang-Solo, Solo-NgaÂwi, NgaÂwi-Kertosono, KertosoÂno-MojoÂkerto dan Mojokerto-SuÂrabaya. Adapun untuk tiga ruas lainnya yakni Pejagan-Pemalang, PemaÂlang-Batang, dan Batang-SemaÂrang diperÂkirakan mundur hingga 2015.
“Cikampek-Palimanan lalu SeÂmarang sampai ke arah SuraÂbaya itu masih mungkin dilakÂsanakan. Yang agak berat tercapai itu mulai dari Semarang ke arah barat samÂpai Cirebon,†ujar DjoÂko di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pertimbangan mundurnya proÂyek itu karena adanya kendala. Misalnya, akibat adanya keÂranÂcuan pasal peralihan peneraÂpan aturan dalam Pasal 58 Undang-Undang Nomor 02/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi PemÂbangunan untuk KepentiÂngan Umum serta masalah internal badan usaha jalan tol.
Menurut Djoko, untuk meÂngaÂtasi lambannya pembebasan lahan, pemerintah terus menÂdoÂrong agar percepatan dilakuÂkan oleh Dirjen Bina Marga melalui sosialisasi ke tim pengadaan tanah. Sementara untuk kendala terÂkait kesiapan badan usaha jalan tol, lanjutnya, pemerintah siap meÂmutus kontrak jika meÂmang perusahaan tidak memeÂnuhi tarÂget yang ditetapkan.
“Saya minta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memutus kontrak. Saya sudah serahÂkan kepada mereka, tinggal beÂrani atau tidak putuskan. Kalau perlu serahkan saja pada Jasa Marga,†tegas Djoko.
Salah satu ruas yang bermaÂsalah internal Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) adalah proÂyek tol Batang-Semarang sepanÂjang 75 kilometer, menyusul adanya perÂmasalahan hukum terÂkait restrukÂturisasi peÂmegang saham PT Marga SetiaÂpuritama, pemiÂlik hak konsesi jalan tol terÂsebut. Persoalan itu lantas berÂbunÂtut pada mundurnya PT Bakrie Toll Road dari mayoÂritas kepemiÂlikan saham. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03
Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23