Berita

ilustrasi, Proyek Trans Tol Jawa

Bisnis

Operasional Proyek Trans Tol Jawa Diprediksi Molor

SENIN, 07 MEI 2012 | 09:00 WIB

RMOL. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto pesi­mis­tis seluruh ruas tol Trans Jawa bisa beroperasi pada 2014, atau s­esuai yang se­mula di­target­kan pemerintah. Sebab, hingga saat ini masih banyak proyek di ruas tersebut terkendala berbagai per­soalan, se­perti keter­sediaan pe­ngadaan tanah ataupun pem­biayaan.

Djoko memper­kirakan, sedi­kit­nya hanya enam dari sem­bilan ruas tol Trans Jawa tersisa yang dapat beroperasi se­suai target.

Keenam ruas tol ter­sebut yaitu Cikampek-Paliman­an, Se­ma­rang-Solo, Solo-Nga­wi, Nga­wi-Kertosono, Kertoso­no-Mojo­kerto dan Mojokerto-Su­rabaya. Adapun untuk tiga ruas lainnya yakni Pejagan-Pemalang, Pema­lang-Batang, dan Batang-Sema­rang diper­kirakan mundur hingga 2015.

“Cikampek-Palimanan lalu Se­marang sampai ke arah Sura­baya itu masih mungkin dilak­sanakan. Yang agak berat tercapai itu mulai dari Semarang ke arah barat sam­pai Cirebon,” ujar Djo­ko di Jakarta, akhir pekan lalu.

Pertimbangan mundurnya pro­yek itu karena adanya kendala. Misalnya, akibat adanya ke­ran­cuan pasal peralihan penera­pan aturan dalam Pasal 58 Undang-Undang Nomor 02/2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pem­bangunan untuk Kepenti­ngan Umum serta masalah internal badan usaha jalan tol.

Menurut Djoko, untuk me­nga­tasi lambannya pembebasan lahan, pemerintah terus men­do­rong agar percepatan  dilaku­kan oleh Dirjen Bina Marga melalui sosialisasi ke tim pengadaan tanah. Sementara untuk kendala ter­kait kesiapan badan usaha jalan tol, lanjutnya, pemerintah siap me­mutus kontrak jika me­mang perusahaan tidak meme­nuhi tar­get yang ditetapkan.

 â€œSaya minta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk memutus kontrak. Saya sudah serah­kan kepada mereka, tinggal be­rani atau tidak putuskan. Kalau perlu serahkan saja pada Jasa Marga,” tegas Djoko.

Salah satu ruas yang berma­salah internal Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) adalah pro­yek tol Batang-Semarang sepan­jang 75 kilometer, menyusul adanya  per­masalahan hukum ter­kait restruk­turisasi pe­megang saham PT Marga Setia­puritama, pemi­lik hak konsesi jalan tol ter­sebut. Persoalan itu lantas ber­bun­tut pada mundurnya PT Bakrie Toll Road dari mayo­ritas kepemi­likan saham. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya