Berita

ilustrasi, ekspor

Bisnis

Kadin Pesimis Target Ekspor Rp 230 M Tercapai

Pertumbuhan Ekspor Berjalan Bak Keong
SELASA, 01 MEI 2012 | 08:16 WIB

RMOL.Kamar Dagang dan Industri (Ka­din) Indonesia memperkira­kan nilai ekspor tahun ini hanya sekitar 190 miliar dolar AS, atau tidak mencapai target pemerintah sebesar 230 miliar dolar AS atau sekitar Rp 2111 triliun. Hal itu akibat dari realisasi nilai eks­por kuartal pertama 2012 yang di bawah ekspektasi.

Perkiraan nilai ekspor sepan­jang tahun ini juga lebih rendah jika dibandingkan dengan reali­sasi ekspor tahun lalu yang se­besar 203 miliar dolar AS.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur mengatakan, target ekspor tahun ini yang dicanang­kan pemerintah sulit untuk di­penuhi karena krisis ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa tidak kunjung membaik.

“Perkiraan kami, ekspor hanya 190 miliar dolar AS sampai 200 miliar dolar AS. Itu juga harus de­ngan susah payah mencapainya,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Ia menambahkan, dunia usaha di dalam negeri masih pesimistis terhadap kondisi perekonomian di AS dan Eropa.”Persoalan di AS dan Eropa belum selesai. Kondisi kuartal pertama  tahun ini belum stabil di sana,” ujar Natsir.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memperkirakan nilai ekspor kuartal pertama 2012 tidak akan mencapai target pertumbuhan ekspor 12 persen.

Ia menjelaskan, ekspor pada Januari-Maret 2012 maksimal hanya tumbuh 8 persen menjadi 38,22 miliar dolar AS, diban­dingkan dengan Januari-Maret 2011 yakni 35,59 miliar dolar AS.

“Angka resmi ekspor dan impor kuartal I-2012 akan di­sampaikan nanti, tapi sampai saat ini keli­ha­tannya berat. Pertum­buhan hanya 7-8 persen dari target 12 persen, karena im­bas dari krisis memang cukup serius,” jelasnya.

Meski begitu, kata Bayu, Ke­menterian Perdagangan (Kemen­dag) belum merevisi target eks­por tahun ini karena masih meli­hat realisasi pada periode beri­kutnya.

Sementara, Dirjen Pengemba­ngan Ekspor Nasional Kemendag Gusmardi Bustami mengatakan, pihaknya baru akan melihat ke­mungkinan revisi setelah angka resmi ekspor kuartal kedua 2012. Jika pertumbuhan pada April-Juni 2012 itu tetap melambat seperti Januari-Maret 2012, target ekspor kemungkinan besar akan direvisi dari 230 miliar dolar AS.

Lebih lanjut Natsir mengata­kan, yang bisa dilakukan peme­rintah saat ini adalah memper­ketat pengawasan barang impor yang beredar di pasar dalam ne­geri untuk mengantisipasi pele­mahan pasar ekspor yang diha­dapi produsen dalam negeri.

“Diperketatnya pengawasan di pasar dalam negeri antara lain me­lalui penerbitan revisi Per­men­dag No 39 tahun 2010 (ten­tang impor barang jadi oleh pro­dusen). Se­bentar lagi peraturan itu akan terbit,” pungkasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya