Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Kebijakan Pemerintah yang Pro Investor Mulai Direspons

Desakan PM Inggris Bisa Jadi Contoh
MINGGU, 29 APRIL 2012 | 08:17 WIB

RMOL.Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan pe­nanaman modal asing (PMA) pada  kuartal I-2012 sebesar Rp 71,2 triliun atau naik sebesar 32,8 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 52,6 triliun. Inves­tasi kuartal pertama tahun ini dengan rincian, terdiri dari PM­DN Rp 19,7 triliun (naik 39,7 persen) yang sebelumnya Rp 14 triliun. Sedangkan untuk PMA Rp 51,5 triliun (naik 30,4 persen dari periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 39,5 triliun.

Dari data tersebut, terlihat bahwa investasi PMDN dan PMA naik dibandingkan dengan tri­wulan pertama tahun lalu.

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelak­sanaan Penanaman Modal Azhar Lubis mengatakan, kenaikan in­ves­tasi tersebut me­nan­dakan investor dalam dan luar negeri tertarik dengan kebija­kan-kebijakan pemerintah yang mulai pro investor.

“Tentunya, kita memerlukan siknronisasi kebijakan dari pe­merintah pusat dan daerah agar bisa berjalan dengan baik dan mak­simal,” ucapnya saat dihu­bungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Azhar menambahkan, dengan kenaikan investasi tersebut, apa­bila proyek-proyek selesai dan mulai berproduksi secara ko­mersil, akan meningkatkan pro­duk­si barang dan jasa. Termasuk, juga menum­buh kem­bangkan kegiatan-ke­giatan pe­nunjang atau menyerap tenaga kerja baru. “Serta mendo­rong perekonomian di daerah luar Jawa. Hal ini mengingat sekitar 44 persen investasi tersebut ber­lokasi di luar jawa. Diharapkan, kenaikan investasi ini akan tetap berlanjut,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai ma­sih kecilnya efek investasi terha­dap sektor riil, Azhar tidak setuju akan hal itu. Menurutnya, angka Rp 712 triliun adalah realisasi investasi langsung ke sektor riil. Bukan yang di pasar modal (indirect investment).

“Kalau dari data BKPM selalu direct invesment atau investasi untuk membangun pabrik, infra­struktur, hotel, perkebunan dan industri pengolahan serta per­tamba­ngan. Nah itu kan sudah merupa­kan sektor riil,” tegasnya.

Dia menjelaskan, semua negara baik negara berkembang maupun negara maju, termasuk Indonesia membutuhkan inves­tasi.

Azhar mencontohkan kun­jungan Perdana Menteri Inggris David Cameron beberapa waktu yang lalu, yang meng­harap­kan pengu­saha Indonesia berinvestasi di Inggris. “Karena investasi diperlu­kan mengubah po­tensi menjadi kegiatan eko­nomi riil yang mam­pu meng­hasil­kan ba­rang dan jasa,” tu­tur­nya.

Tanpa ada kegiatan investasi, kata dia, potensi yang ada hanya sebatas potensi. Tidak pernah menjadi ekonomi riil. Investasi juga sangat dibutuhkan Indonesia untuk mempercepat pembangu­nan infrastruktur pengolahan atau hili­risasi produk agro dan tam­bang, yang mampu meng­hasilkan nilai tambah serta juga menyerap te­naga kerja. “Juga menumbuh kem­bangkan industri-industri dan industri pengolahan lanju­tan,” tukasnya.

Di samping itu, kegiatan in­vestasi yang meningkat di masa depan harus didukung  infra­struk­tur yang baik.

“Untuk itu, keter­libatan pe­rusahaan-perusa­haan BUMN dalam pembangunan infra­struk­tur juga sangat diharap­kan,” tutupnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya