Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Sektor Riil Tak Tersentuh, Lapangan Kerja Minim, Upah Sulit Naik Tuh...

Investasi Asing Cuma Berputar di Bursa
MINGGU, 29 APRIL 2012 | 08:12 WIB

RMOL.Pencapaian penanaman mo­dal asing (PMA) sebesar Rp 51,5 triliun pada kuartal I-2012 di­klaim terbesar sepanjang se­jarah. Namun, tingginya in­ves­tasi asing ini harus terus di­waspadai karena keadaan per­ekonomian global masih be­lum stabil, khu­susnya di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Pengamat Ekonomi Yanuar Rizki mengatakan, kenaikan investasi asing di Indonesia tidak akan membawa pengaruh terha­dap terbukanya lapangan kerja. Sebab, yang selama ini terjadi, investasi asing kurang berkon­tribusi terhadap sektor rill.

“Sampai sekarang belum terli­hat efeknya. Karena cuma ber­putar saja di sektor keuangan. Tidak memberikan dampak yang berarti,” cetus Yanuar saat di­hu­bungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, kenaikan sebesar apapun jika tidak dipindahkan ke sektor riil, maka manfaatnya ti­dak dirasakan masyarakat luas.

Namun,  ekonom Senior Didik J Rach­bini menilai kenaikan investasi asing ada efek positif dan ne­gatif­nya untuk Indonesia. Segi positif­nya, berarti pihak asing per­caya menanamkan mo­dalnya di Indo­nesia. Sedang­kan negatif­nya, ke­naikan ini tidak bisa diimple­mentasikan terhadap sektor rill, terutama peningkatan pembu­kaan lapangan pekerjaan.

“Saya kira kalau untuk penye­diaan lapangan pekerjaan masih kurang cukup. Karena belum mampu menyentuh sektor rill,” ucapnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sementara, Anggota Komisi VI DPR Ferarri Romawi ya­kin ke­naikan investasi akan mem­­bawa dampak terhadap lapangan pe­kerjaan. Akan tetapi, harus dilihat lagi berapa angka­nya yang me­nyumbang di sektor rill.

“Secara prinsip, kalau ada pe­nambahan investasi pasti ada penambahan tenaga kerja. Tapi lebih bagus lagi dilarikan ke sek­tor riil. Tanpa hal itu jangan harap bisa mengimbas ke upah atau lapangan kerja,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, kalau kenaikan in­vestasinya hanya tercatat di bursa efek, maka tidak akan ber­penga­ruh ke sektor rill.

Seperti diketahui, salah satu faktor melonjaknya jumlah inves­tasi asing karena kenaikan pe­ringkat kredit menjadi invest­ment grade yang di­berikan Fitch Ratings dan Moody’s pada pertenga­han De­sember 2011 dan Januari 2012. Menurut Moody’s, lebih banyak investasi akan meng­alir ke Indo­nesia dan men­dukung per­tum­buhan ekono­mi di negara ter­besar se-Asia Tenggara ini. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya