Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Penderita Bipolar Sering Halusinasi

MINGGU, 29 APRIL 2012 | 08:05 WIB

RMOL.Perubahan suasana hati yang ekstrim bisa berakibat serius. Jika mengalami atau mengetahui te­man yang suasana hatinya ber­ubah dari sangat senang men­jadi sa­ngat sedih, waspadalah! Boleh jadi Ia menderita gangguan bipolar.

Kepala Departemen Psi­kia­tri RSCM dr Ayi Agung Ku­su­ma­wardhani, SpKJ(K) me­nga­takan, pada gangguan bipolar, pasien sering merasa sangat senang sam­pai ingin melakukan banyak hal dan sulit mengontrol keinginannya.

Namun saat merasa sedih, pasien sering menarik diri, me­nya­lahkan diri sendiri dan bahkan memiliki kecenderungan bunuh diri. Bahkan, angka kematian akibat bunuh diri yang dise­bab­kan gangguan bipolar lebih tinggi dibandingkan angka kematian bunuh diri dalam populasi umum.

“Angka bunuh diri yang dia­ki­batkan gangguan bipolar 20 kali lebih tinggi dibanding angka bu­nuh diri dalam populasi umum tanpa gangguan bipolar, yaitu 21,7 persen dibanding satu per­sen,” ungkapnya.

dr Agung mengatakan, depresi yang dialami saat remaja me­miliki kemungkinan 20-40 persen berkembang menjadi gangguan bipolar. Penderita gangguan bi­polar 2-3 kali lebih berisiko me­lakukan bunuh diri dibanding pen­derita skizofrenia.

Pasalnya, pasien bipolar memi­liki kecenderungan berhalusinasi dan mengalami gangguan kece­masan seperti halnya pasien ski­zofrenia. Akhirnya, pasien gang­guan bipolar banyak yang men­dapat penanganan untuk meng­atasi skizofrenia, padahal pe­ngo­batannya berbeda.

Pada pasien skizofrenia dan depresi, biasanya diberikan obat an­­tidepresan sudah cukup mem­bantu. Namun pada pasien gang­guan bipolar, obat ini kurang efektif dan dapat menimbulkan efek samping seperti tremor dan kekakuan otot.

“Untuk pasien gangguan bipo­lar, sebaiknya diberi obat mood stabilizer untuk menenangkan perubahan mood yang ekstrim,” kata dr Agung. Setelah pasien gangguan bipolar tenang, baru program terapi untuk mem­be­ri­kan pemahaman mengenai gejala penyakit dan cara mengatasi ke­cemasan dapat diberikan. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Netanyahu Sebut Perang dengan Iran Belum Usai

Senin, 11 Mei 2026 | 08:20

OJK: Bank Bebas Tentukan Strategi Kredit, Program Pemerintah Hanya Potensi Bisnis

Senin, 11 Mei 2026 | 08:09

Harga Emas Langsung Tergelincir Usai Trump Tolak Tawaran Iran

Senin, 11 Mei 2026 | 07:50

Respons Iran soal Proposal AS Picu Kemarahan Trump

Senin, 11 Mei 2026 | 07:40

Sudah Saatnya Indonesia Berhenti dari Ketergantungan Energi Luar Negeri

Senin, 11 Mei 2026 | 07:27

Pasar Properti Indonesia Menyentuh Titik Jenuh

Senin, 11 Mei 2026 | 07:09

Optimalkan Minyak Jelantah

Senin, 11 Mei 2026 | 06:40

Geoffrey Till: Kekuatan Laut Bukan Sekadar soal Senjata

Senin, 11 Mei 2026 | 06:10

Delegasi Jepang Sambangi Fasilitas BLP Bahas Masa Depan Logistik

Senin, 11 Mei 2026 | 05:59

Ngobrol dengan Nelayan

Senin, 11 Mei 2026 | 05:40

Selengkapnya