Berita

Wiranto

Wawancara

WAWANCARA

Wiranto: Kalau Diusulkan Jadi Capres, Mengapa Tidak Diterima...

SABTU, 21 JANUARI 2012 | 09:25 WIB

RMOL. Semangat Wiranto tidak ada matinya. Walau di Pemilu Presiden 2004 dan 2009 gagal, bekas Menhan/Panglima TNI itu masih percaya diri ikut Pemilu Presiden 2014.

Apalagi, Partai Hanura yang dikomandoinya sudah meminta dirinya agar bersedia menjadi capres. Tentu ini tidak bisa di­tolaknya. Sebab, ini demi partai dan bangsa serta negara.

“Kalau partai mengusulkan itu sebagai satu bagian dalam mem­besarkan partai dan bagian dari perjuangan partai, mengapa tidak diterima,” ungkap Wiranto ke­pada Rakyat Merdeka, Kamis (19/1).

Menurut bekas Panglima TNI itu, semua elemen Partai Hanura yang secara aklamasi meminta ketua umumnya untuk bersedia dicalonkan menjadi capres.

“Yang merencanakan adalah sistem. Secara pribadi, saya ini bagian dari partai,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa suara itu sudah bulat men­jagokan Anda menjadi Capres 2014?

Itu kan sudah secara aklamasi diusulkan seluruh bagian dari partai, baik para ketua wilayah, Ketua DPD, maupun ketua-ketua organisasi sayap organisasi oto­nom. Semua meminta saya seba­gai Ketua Umum Partai Hanura agar bersedia dicalonkan.


Apa Anda sudah menjawab permintaan itu?

Di sini saya katakan, tidak mung­kin usulan itu ditolak. Tidak mungkin diabaikan tatkala itu kebutuhan partai dan kebutuhan mereka untuk menyebarluaskan Partai Hanura. Secara resmi ke­inginan itu ditangkap oleh DPP Partai Hanura, dan dalam waktu singkat akan dijadikan suatu bahan untuk diputuskan dalam rapat khusus di DPP.


Strateginya sudah disiap­kan?

Strategi pasti sudah dirancang. Namun yang penting, pencapre­san itu untuk mengembangkan organisasi partai agar menjadi lebih besar.


Apa Partai Hanura bisa me­menuhi persyaratan untuk me­nga­jukan capres?

Tentu itu diusahakan. Mesin-mesin politik partai sudah oto­matis digerakkan. Yang pasti, Partai Hanura saat ini secara orga­nisasi lebih tertata, lebih demokratis, dan lebih mantap dibanding ketika kami mengikuti Pemilu 2009.


Calon wakil presiden sudah ditentukan?

Oh, itu belum, karena itu masih jauh. Nantilah dibicarakan lagi.


Calon wakil presiden sudah ditentukan?

Oh, itu belum, karena itu masih jauh. Nantilah dibicarakan lagi.


Sebagai bekas Panglima TNI, bagaimana tanggapannya me­ngenai rencana pembelian tank Leopard?

Saya sebagai bekas Menteri Per­­tahanan dan Keamanan, meli­hat ada suatu kebutuhan bahwa kekuatan TNI mengenai alat utama sistem senjata (alutsista) itu harus kuat dan modern. Itu harapan semua negara.

Ketika negara ketinggalan da­lam pengadaan alutsista dan di­anggap tentaranya lemah, maka  tidak memiliki bargaining posi­tion. Mudah ditekan, mudah di­gertak, dan diremehkan negara lain.


Rencana ini me­nim­bul­kan pro dan kontra?

Problemnya se­karang, apa­kah penga­daan alut­sista yang memer­lukan biaya besar ini meng­­ganggu perekonomian na­sional atau tidak. Apabila meng­ganggu pere­konomian na­sional, tunda dulu. Namun kalau tidak, lanjut­kan saja karena itu merupakan kebutuhan. Bukan hanya untuk TNI tapi untuk bangsa Indonesia.


Lalu mengenai prosedur­nya?

Kan prosedur formalnya mela­lui survei yang sangat mendalam, apakah perlengkapan itu cocok untuk dipakai oleh TNI. Apakah harganya memadai. Yang pasti, pengadaannya harus melalui suatu cara yang terbuka, sehingga uang rakyat yang jumlahnya triliunan tidak mubazir. Jangan sampai ada celah untuk korupsi, sehingga seakan-akan kita beli bagus tapi kenyataannya buruk.


Apa yang perlu dilakukan Pang­lima TNI ?

Ya. Butuh keberanian dari Pang­lima TNI, dan keberanian dari kepala staf masing-masing angkatan sebagai pengguna alut­sista ini untuk benar-benar mene­liti perlengkapan itu. Apabila ti­dak tepat, harus berani menga­takan tidak. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya