Berita

Manny Pac­quaio

Olahraga

Pacman Siap Naik Ring 9 Juni

Duel Pacquaio Vs Mayweather Batal
JUMAT, 20 JANUARI 2012 | 08:13 WIB

RMOL. Keinginan juara dunia tinju kelas welter WBO Manny Pac­quaio untuk duel lawan petinju Amerika Serikat Floyd May­wea­ther Jr pada Mei mendatang dipastikan batal.

Bob Arum yang men­jadi promotor Pacman, ju­lukan Pacquiao, nenetapkan petinjunya naik ring pada 9 Juni 2012. Sementara, Mayweather sudah dijadwalkan pihak pro­motor Golden Boy naik ring pa­da 5 Mei 2012, atau sebelum men­jalani hukuman penjara pada 1 Juni 2012 terkait kasus pidana kepada bekas pacarnya.

Menurut Arum, Pacman akan bertarung di arena baru di Las Ve­gas yang mampu menampung 45 ribu tempat duduk. Namun sia­pa calon lawan bintang tinju Fi­lipina itu, Arum  masih me­ra­hasiakan.  “Manny akan ber­ta­rung pada 9 Juni. Ada empat na­ma yang ditawarkan padanya. Tapi yang pasti ia akan bertarung di tempat baru, bukan di MGM Grand,” tegas Arum.

Sebelumnya, empat nama yang sempat dipilih Pacquiao men­jadi lawannya adalah Ti­mo­thy Bradley, Miguel Cotto, La­mont Peterson atau laga jilid em­pat melawan Juan Manuel Mar­quez. Sementara, laga kontra May­weather akan di undur hingga November 2012.

Semula pertarungan Pacquiao melawan Mayweather diyakini akan terjadi pada 5 Mei 2012, se­telah pengadilan Las Vegas me­mutuskan untuk menunda ku­rungan Mayweather hingga Juni 2012, terkait kasus tindak ke­ke­rasan yang dilakukan pada man­tan pacarnya.

Sayang, kubu Pacquiao meno­lak tantangan tersebut, karena ti­dak ada venue yang cukup be­sar untuk menampung minat pe­non­ton. Saat ini, arena tinju terbesar di Amerika adalah MGM Grand dengan kapasitas 17 ribu tempat duduk. Namun, penasehat Pac­quiao, Michael Koncz menilai petarungan itu hanya akan me­raih keuntungan sekitar US$20 juta (Rp183 miliar).

Padahal dengan arena yang le­bih besar, pertarungan Pac­quiao me­lawan Mayweather bisa me­raup keuntungan hingga US$50 juta (Rp460 miliar). Terlebih are­na tinju berkapasitas 45 ribu tem­pat duduk yang sedang dibangun di Las Vegas, Amerika Serikat, ba­ru akan rampung pa­da akhir Mei 2012.

“Jika Anda menunda dua atau tiga minggu, Anda dapat meng­hasilkan uang lebih banyak. Jadi buat apa terburu-buru,” tuntas Arum.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya