Berita

Djohar Arifin Husin

Wawancara

WAWANCARA

Djohar Arifin Husin: Tunjukkan Pasal Mana Yang Kami Langgar

SENIN, 16 JANUARI 2012 | 08:57 WIB

RMOL. Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin menganggap, usulan Kongres Luar Biasa (KLB) merupakan tindakan yang tidak berdasar.

“KLB dilakukan kalau ada statuta yang dilanggar. Nyatanya tidak ada satu pun pasal di statuta yang kami langgar,” tandas Djohar Arifin Husin, kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/1).

Seperti diberitakan, beberapa orang yang tergabung dalam Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) mengajukan diselenggarakan KLB. Mereka menganggap PSSI di bawah kepengurusan Djohar Arifin telah melanggar statuta PSSI.

Perpecahan di PSSI dipicu dua­lisme kompetisi, Indonesia Super League (ISL) dan Indo­nesia Pre­mier League (IPL). Para pemain tim nasional yang ber­main di ISL tak bisa memperkuat tim nasional Indonesia karena IPL merupakan liga resmi PSSI. Sementara FIFA sudah memberi batas waktu hingga 26 Maret 2012, bila kon­flik belum selesai, Indonesia akan terkena sanksi.

Menurut Djohar, semua yang di­lakukan di PSSI harus ber­dasarkan aturan. Tidak begitu saja bisa berjalan tanpa aturan. Untuk itu, PSSI tidak mau terlalu mengurusi hal tersebut. Sebab, masih banyak program yang akan dijalankan PSSI ke depan.

“Kita fokus ke program yang sudah kami rancang. Untuk ma­salah itu, ada tim yang mengu­rusi,” tandas Djohar.

Berikut kutipan selengkapnya:


Kenapa PSSI terus gaduh?

Terus terang, masyarakat muak melihat keributan terus seperti ini. Kami akan berkonsentrasi ke program saja.

Kami lihat masyarakat Indo­ne­sia menginginkan adanya pres­tasi bagi sepak bola Indone­sia. Ka­rena itu, kami akan kon­sentrasi mempersiapkan pro­gram dengan matang, bukan membuang energi.


Kepengurusan Anda baru ter­bentuk, kenapa digoyang?

Saya menganggap kami di sini ibarat dikontrak untuk membuat rumah, dengan target 2015 se­lesai. Namun sekarang ketika kami baru membangun fondasi, tiba-tiba kami diminta untuk menunjukkan jendela dan ubin dari bangunan itu.

Hasil yang kami buat saat ini akan terlihat 2015. Nah ketika itu sudah jadi dan ternyata jendela dan ubinnya tidak bagus, silakan marahi kami. Tapi saat ini kan posisi kami baru menjalankan proses itu.


Anda dituduh melanggar sta­tuta?

Tolong tunjukkan pada saya, pasal dan bagian statuta mana yang kami langgar. Tidak ada statuta yang kami langgar.


Kalau terkait penetapan klub dari 18 menjadi 24?

Kita kan dari nol semua, begitu Asian Football Confederation (AFC) mengatakan kita belum ada klub profesional, semuanya kan dianggap nol. Kami diberi­kan dispensasi selama tiga tahun, deadline-nya 13 Oktober 2011. Artinya klub apa saja anggota PSSI bisa menjadi profesional asalkan memenuhi lima kriteria yang diminta  AFC.

Maka klub-klub itu berlomba. Setelah diverifikasi, sebenarnya ada 36 klub.


KPSI meminta PSSI agar me­ngikuti kongres di Bali, tangga­pan Anda?

Kami berpedoman pada reka­man dan notulen rapat pada kongres di Bali. Tidak ada satu pun keputusan dari hasil kongres Bali  yang kami langgar.


KPSI meminta PSSI agar me­ngikuti kongres di Bali, tangga­pan Anda?

Kami berpedoman pada reka­man dan notulen rapat pada kongres di Bali. Tidak ada satu pun keputusan dari hasil kongres Bali  yang kami langgar.


Bagaimana dengan hasil du­kungan KLB yang diberikan KPSI?

Verifikasi dukungan KLB itu sudah tahap pertama. Nanti ada tahap kedua.

Tapi terus terang kami katakan, Komite Eksekutif dengan pertim­bangan yang sangat matang, menolak diselenggarakannya KLB. Karena kalau KLB, harus ada pasal di statuta yang di­langgar.


Anda mengatakan akan fo­kus pada program, apa saja itu?

Ada berbagai turnamen sepak bola di luar negeri, seperti di Hong Kong untuk usia pemain U-17. Kemudian kami kerja sama dengan Universitas Gunadarma untuk meningkatkan sistem informasi. Bulan ini launching.

Ada juga kerja sama dengan televisi untuk mencari sponsor­ship. Televisi Malaysia ingin menyiarkan kompetisi kita di sana. Mereka menganggap ada market, yaitu warga Indonesia yang bermukim di Malaysia. Palestina pun seperti itu, bulan Mei kami diundang.


Bagaimana MoU dengan BPKP?

Ini kerja sama penting bagi kami. Kami minta dukungan BPKP agar tata kelola keuangan PSSI benar. Kami minta kepada semua pemain, official, perangkat pertandingan agar fair play mengelola keuangan.

Fair play itu bukan hanya di lapangan, tapi juga dalam mana­jemen kami. Makanya kami me­minta dukungan BPKP, diharap­kan membawa angin segar karena kita memerlukan kepercayaan masyarakat. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya