Berita

ki joko bodo/ist

Ki Joko Bodo: Pohon Trembesi di Istana Tumbang, Presiden SBY Bisa Ditumbangkan

KAMIS, 05 JANUARI 2012 | 18:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Perubahan bakal segera terjadi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bakal tumbang dan tidak akan bisa mempertahankan dinasti kekuasaannya.

Demikian hasil penglihatan mata batin peramal kondang Ki Joko Bodo kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 5/1).

Hal itu disampaikan Ki Joko Bodo atas fenomena alam tumbangnya pohon Trembesi yang berada di halaman tengah antara Istana Negara dan Istana Merdeka Jakarta oleh angin puting beliung sekitar pukul 14.00 WIB siang tadi. Pohon Trembesi ditanam sendiri Presiden Yudhoyono pada pertengahan tahun 2010 lalu. Ketika pohon Trembesi tumbang, Presiden tengah memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang dihadiri jajaran anggota menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II di dalam Istana.


"Siapapun yang menanam pohon artinya bisa ditumbangkan," jelas peramal bernama asli Agung Yulianto itu.

Siapa yang bakal menumbangkan Presiden Yudhoyono? Menurutnya, itu dilakukan oleh orang-orang yang selama ini murni menghendaki perubahan. Mereka adalah orang-orang yang selama ini kekuatannya digunakan untuk membela kepentingan rakyat. Bukan untuk kepentingan kelompoknya.

Kapan perubahan akan terjadi? Apakah tahun 2012?

"Hehe (tertawa). Nanti kalau harga-harga sudah melonjak, daya beli masyarakat turun merosot. Tunggu saatnya aja," jawabnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya