Berita

ist

Hasil Audit Forensik Century Tak Goyahkan Sikap Hanura

SELASA, 27 DESEMBER 2011 | 14:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sikap Partai Hanura tidak berubah sedikitpun terkait skandal Century. Partai Hanura di DPR akan menggunakan hak menyatakan pendapat terhadap skandal Century.

"Partai Hanura tidak bergeser sedikitpun dari sikap ini," kata politisi Partai Hanura Syarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 27/12).

Partai Hanura tidak mempermasalahkan hasil audit forensik atas aliran dana bail out Bank Century dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang tidak menyentuh aliran ke partai politik dan dosebut-sebut digunakan untuk kampanye pemilu lalu. Yang jelas, audit forensik BPK tersebut tidak mempengaruhi sikap hak menyatakan pendapat oleh partai Hanura.


"Kita harus membenarkan hasil audit forensik itu. Hasil audit forensik yang abu-abu itu menjadi wilayah aparat penegak hukum untuk membuktikannya," imbuhnya.

Sudding kembali menegaskan, ada dua proses terkait penyelesaian skandal Century ini, yaitu ranah politik dan hukum. Dalam ranah politik, Pansus Century DPR sudah jelas merinci bentuk-bentuk pelanggaran dalam bail out Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun tersebut.

"Tindak lanjut dari proses politik adalah hak menyatakan pendapat," imbuh anggota Komisi III DPR itu. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya