Berita

Mustofa Nahrawardaya/ist

AKSI BAKAR DIRI

Bongkar Pesan Pelakunya, Polisi Jangan Ngomong Prematur

KAMIS, 08 DESEMBER 2011 | 12:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Aksi nekat bakar diri di depan Istana Merdeka barangkali baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah pendirian Republik ini. Namun di beberapa tempat lain, aksi nekat bunuh diri dengan meledakkan bom di tubuh pelaku, sudah sering terjadi dan cepat divonis "jihad" oleh polisi.  

Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya, meminta polisi sebaiknya tak terlalu cepat menyimpulkan motif bakar diri yang terjadi kemarin. Apabila belum ditemukan bukti yang dapat dipercaya, vonis sepihak hanya akan menyesatkan banyak orang dan sangat mudah dimanfaatkan untuk tujuan penutupan diri terhadap ketidakmampuan mengungkap kasus tersebut.

"Jika hanya untuk menutupi ketidakmampuan mengungkap, masih mendingan. Bagaimana jika untuk menyesatkan opini publik? Atau untuk mengalihkan perhatian publik dan media massa kita?  Itu yang perlu dikhawatirkan," kata Mustofa kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (8/12).


Mustofa mengaitkan fenomena bakar diri itu dengan beberapa fakta. Pertama, soal keamanan Presiden. Polisi mengakui bahwa Presiden sering mendapatkan ancaman teroris di berbagai kesempatan. Kepala BNPT Ansyad Mbai juga mengutarakan ada 1,8 juta jaringan teroris yang berada di negeri  ini. Logikanya, pengamanan terhadap Presiden akan dilakukan sangat ketat. Namun yang terjadi adalah kelonggaran, kalau tak mau dibilang dibiarkan longgar.

Kedua, ada kebuntuan pintu aspirasi kepada Presiden. Jika Istana sudah menutup rapat-rapat pintu aspirasinya, maka jangan kaget jika ada orang yang cuma mampu menyampaikan pesan melalui bakar diri di depan istana. Dan terakhir, soal benang kusut dunia hukum. Kasus besar semacam skandal Bank Century disengaja berlarut-larut. Lingkaran Istana dinilai memberi contoh kejahatan terbesar di negeri yang sebagian besar diisi orang miskin.

"Pelaku bakar diri tentu memilih Istana bukan tanpa maksud. Ada pesan yang ingin disampaikan. Tentu bakar diri bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk bunuh diri, dan polisi tak perlu jelaskan itu lagi. Namun pesan di balik bunuh diri itulah yang harus diusut oleh polisi," katanya lagi.

Dia tegaskan, sebaiknya kepolisian tidak kebakaran jenggot dan memvonis pelaku tidak waras dan semacamnya, karena diperlukan pembuktian terlebih dahulu. Namun jika polisi menduga aksi itu sebagai bentuk keputusasaan, mungkin ada benarnya.

"Karena banyak masyarakat yang putus asa dengan kehidupan di era SBY ini. Masyarakat ingin memberi pesan kepada Istana bahwa kepemimpinan selama ini masih sangat jauh dari apa yang dijanjikan di dua kali kampanye," tandasnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya