Berita

max sopacua/ist

Waketum PD: Apakah Ical Pernah Temui Korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo?

RABU, 30 NOVEMBER 2011 | 07:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Partai Demokrat mengamini penilaian sejumlah kalangan bahwa sikap Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang terkesan menyudutkan pemerintah terkait masalah penanganan masalah Papua sebagai manuver untuk mendongkrak popularitasnya semata. Partai berlambang bintang mercy ini menyatakan Ical sah-sah saja bermanuver seperti itu.

"Sebagai calon presiden masa depan, mungkin, Pak Ical wajar-wajar saja punya strategi seperti itu," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online Selasa malam, (29/11).

Tapi, kesimpulan Ical bahwa pemerintah tidak peka dan hanya mengetahui permasalahan yang ada di Papua dari media sangat keliru. Selama ini, ditegaskan Max, pemerintah tak pernah absen mengupayakan penyelesaian masalah Papua.


Max pun mempertanyakan Ical yang mengaku hanya dirinya yang pernah mendatangi warga yang tinggal di puncak-puncak gunung Papua dan satu-satunya pejabat pusat yang menemui aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Apakah kedatangan itu bisa meredam masalah di Papua? Kan tidak juga. SBY sendiri pernah hadir di sana. Menteri-menteri tertentu sesuai bidangnya datang juga ke sana," tegas anggota Komisi I DPR ini.

Terlepas dari kompleksitas permasalahan di Papua, Ical pun disarankan tak bermanuver dengan fenomena yang sama yang dialaminya sendiri, yakni terkait dengan penyelesaian permasalahan luapan lumpur Lapindo, perusahaan milik Ical di Sidoarjo, Jawa Timur. Kalau menyebut pemerintah tak pernah hadir di tengah-tengah warga Papua, Max pun mempertanyakan apakah Ical juga pernah hadir di tengah-tengah warga korban lumpur Lapindo.

"Terlepas dari berapa uang yang sudah dikeluarkan perusahaan Pak Ical (Lapindo Berantas), tapi janganlah menimpakan fenomena yang dialami sendiri terhadap masalah yang lainnya," tandas Max. [zul]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya