Berita

ibas-aliya/ist

Usut Donasi dan Kepentingan Donatur Pernikahan Ibas-Aliya!

MINGGU, 20 NOVEMBER 2011 | 21:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Seluruh prosesi pernikahan Edhie "Ibas" Yudhoyono dan Siti Rubiah Aliya Rajasa ditaksir menghabiskan biaya Rp 12 milyar. LSM Banteng Demokrasi Rakyat (Bendera) berpendapat, besarnya ongkos pernikahan Ibas-Aliya terasa sangat ironis di tengah bergelimangnya kehidupan rakyat saat ini.

"Ironis, pernikahan mewah dua anak pejabat yang hidupnya dibiayai dari pajak rakyat, sementara sebagian besar rakyat hidup dalam kemiskinan, jutaan anak kurang gizi, jutaan anak putus sekolah, belasan ribu perempuan menjual harga dirinya karena kemiskinan," kata aktivis Bendera, Mustar Bona Ventura, dalam pesan elektroniknya yang diterima redaksi (Minggu, 20/11).

Dalam catatan Bona, dengan jumlah uang yang sama maka bisa dibangun 120 Sekolah Dasar (SD), dan 6 ribu anak bisa menikmati sekolah setiap tahunnya.


"Atau bila digunakan sebagai modal usaha maka setidaknya mampu memodali lebih dari 2 ribu usaha kecil yang mampu menyerap hingga 6 ribu tenaga kerja dan menghidupi 18 ribu jiwa," sambung Bona.

Diingatkan Bona, SBY dan Hatta Rajasa bukanlah raja, Ibas dan Aliya bukan pangeran dan putri raja. Mereka adalah pejabat dan anak pejabat yang hidup dari pajak.

"Untuk itu kami meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut asal usul biaya pernikahan itu, siapa saja penyumbangnya dan keterkaitan sumbangan-sumbangan tersebut dengan jabatan SBY, Ibas dan Hatta Rajasa. Kami juga berharap agar semua pihak mengingatkan pada SBY dan Hatta Rajasa bahwa pesta pora di tengah derita rakyat bukanlah cerminan prilaku pejabat di negara Pancasila, bukan cerminan prilaku pejabat yang memahami penderitaan rakyatnya," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya