Berita

Busyro Muqoddas/ist

Daripada Omong Doang, Busyro Disarankan Selidiki Asal Kekayaan Pejabat yang Hedonis

SENIN, 14 NOVEMBER 2011 | 10:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas mengkritik gaya hidup pimpinan lembaga negara yang hedonis dan suka bermewah-mewahan. Karena menurutnya, hidup glamour adalah pangkal terjadinya korupsi.

Pimpinan Fraksi Hanura menyarankan agar bos lembaga anti korupsi itu tidak hanya mengkritik. "Alangkah lebih bagus, bisa dicari tahu apakah (segala yang dipakai DPR) itu dari hasil yang melanggar UU atau tidak. Itu yang paling utama," katanya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 14/11).

Busyro memang belakangan ini di mata sebagian kalangan terlalu banyak omong. Dalam kasus mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin misalnya. Sejak Rabu lalu, dan terus diulang di banyak kesempatan, dia mengungakapkan akan ada tersang baru. Tapi sampai hari ini belum ada kepastian.


Terkait hal itu, Saleh mengimbau Busyro memberi kepastian. "Mudah-mudahan apa yang disampaikan itu terkait dengan ucapan ada tersangka baru, diumumkan saja. Agar tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan agar tidak saling menuduh," sarannya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya