Berita

Ramadhan Pohan/ist

Demokrat: Golkar Berpolitik Muka Dua

SENIN, 14 NOVEMBER 2011 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Politisi yang kerap menyerang dan melecehkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan umum dinilai ada dari kalangan oposan, dan ada juga satu-dua dari Partai Golkar, partai yang termasuk dalam barisan koalisi pemerintahan.

"Nggak ngerti saya, kok aksi dan serangan-serangan itu dibiarkan Ketum Golkar dan para pimpinan Partai Golkar. Kesannya, ada politik bermuka dua. Katanya koalisi, tapi aksi gergaji dibiarkan saja," kata Wasekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan lewat pesan singkat kepada Rakyat Merdeka Online kemarin petang (Minggu, 13/11).

Tak hanya itu, Ramadhan juga menyoroti tentang seorang politisi Parlemen yang mengatakan saat ini sudah terkondisikan bahwa SBY akan jatuh. Menurut Ramadhan, orang tersebut bersuara sangat lantang.


"Padahal rakyat tahu siapa mereka ini, tampil laksana malaikat dan seolah rakyat bodoh untuk tidak tahu siapa mereka sesungguhnya," ungkapnya.

Orang yang dimaksud Ramadhan Pohan boleh jadi adalah Bambang Soesatyo. Wakil Bendahara Umum Partai Golkar itu memang kerap bersuara lantang. Bahkan pada Jumat lalu, dia menyatakan saat ini hanya tinggal menunggu momentum saja rezim kekuasaan SBY akan digulingkan. Karena semua hal mengenai tujuan itu sudah terkonsolidasi.  Meski dia menolak menjawab siapa atau kelompok mana yang mengkonsolidasikan gerakan tersebut. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya