Berita

saleh husin/ist

Hanura Apresiasi Kritik Ketua KPK tentang Gaya Hidup Glamour Anggota Dewan

SENIN, 14 NOVEMBER 2011 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pimpinan Fraksi Hanura mengapresiasi kritik Ketua KPK Busyro Muqoddas tentang gaya hidup anggota Dewan yang glamour. Kritik itu akan dijadikan sebagai bahan koreksi.

"Kita tidak boleh antipati," kata Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 14/11).

Saleh mengimbau sesama anggota Dewan untuk memiliki gaya hidup yang normal dan biasa saja, sama seperti sebelum menjadi anggota Dewan. Karena itulah, dia memaklumi bila ada anggota Dewan yang berlatar belakang pengusaha memakai kendaraan mewah pada saat sudah menjadi anggota Dewan.


"Tentu tidak bisa berubah dari naik Mercy, kita paksa jadi naik Kijang. Nanti kan orang ketawa dan bertanya-tanya. Apalagi kalau sampai naik ojek, nanti bisa saja akan disebut munafik. Jangan sampai ada perubahan yang drastis. Biasa-biasa saja," jelasnya.

Tapi yang lebih penting untuk disorot daripada gaya hidup adalah apakah anggota Dewan tersebut bekerja dan menyuarakan aspirasi rakyat. Menurutnya, apa gunanya anggota Dewan naik mobil biasa, atau bahkan naik ojek, tapi masyarakat tidak diurus. "Yang jadi konsen saya itu implementasinya, pro rakyat atau tidak," tekannya.

Hanura sendiri, tambahnya, sudah mendapatkan arahan dari sang ketua umum Wiranto untuk hidup dan berbuat berdasarkan hati nurani. Sejauh ini, imbauan mantan Panglima TNI dijalankan dengan baik. "Insya Allah. Jadi semuanya berdasarkan hati nurani. Makanya diberikan kebebasan," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya