Berita

KOMODO MENUJU KEAJAIBAN DUNIA

Meski Tetap Berterima Kasih, Tapi JK Pastikan yang Tak Mendukung hanya 1-2 Orang

SABTU, 12 NOVEMBER 2011 | 22:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Duta Komodo Jusuf Kalla berterima kasih kepada media, operator telepon dan masyarakat Indonesia di dalam maupun luar negeri atas dukungan yang diberikan sehingga Pulau Komodo untuk sementara berhasil menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia alam versi New 7 Wonders.

Tak lupa, mantan wakil presiden yang akab disapa JK ini juga mengucapkan terima kasih kepada pengkritik dan masyarakat yang nyeleneh dalam menanggapi masuknya Pulau Komodo dalam kontestasi tersebut.

Hal itu ia ungkapkan saat menyampaikan keterangan pers di Marley Cafe, Mezanine Energy Tower Kawasan SCBD Semanggi, Jakarta, (Sabtu, 12/11). Hadir dalam jumpa pers tersebut Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, Emmi Haffild, dan pengusaha kakap Arifin Panigoro dan Sofjan Wanandi.


Namun, meski yang ada mengkritik, JK sama sekali tidak melihat ada kontroversi dibalik keikutsertaan komodo. Karena, ungkapnya, hanya satu dua orang yang berpikiran lain, yaitu tidak mendukung.

"Tidak ada kontroversi. Dibanding puluhan juta rakyat Indonesia yang mendukung, hanya satu dua orang (yang menolak). Saya tidak melihat itu kontroversi," kata JK, di Metro TV.

Dia memaklumi, sebagai negara demokrasi, tentu siapapun boleh mengungkapkan pendapatnya meski berbeda dengan kelompok mayoritas. Karena itu dia mempersilakan kalau ada yang tidak setuju.

"Tapi sama sekali bukan kontroversi. Makin banyak orang bicara, makin banyak orang yang mendukung. Itu luar biasa. Tidak mempengaruhi apa-apa," ungkap JK. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya