Berita

Indra J. Piliang/ist

PILKADA DKI JAKARTA

IJP Sebut Peluang Tantowi Lebih Besar Dibanding Besan Ical

JUMAT, 11 NOVEMBER 2011 | 13:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Saat ini ada dua bakal calon kuat dari Partai Golkar yang akan melaju pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012 mendatang. Keduanya adalah anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya dan Ketua Umum DPD Golkar DKI Jakarta Prya Ramadhani.

Untuk menentukan siapa yang akan diusung, fungsionaris DPP Partai Golkar Indra J. Pilliang, menyebut hal itu tergantung dari apa keinginan partai.

"Nah, perdebatannya nanti apakah Golkar maju untuk posisi gubernur tapi dengan syarat mencari kursi tambahan sebesar 8 kursi lagi. Ataukah cukup sebagai calon wakil gubernur dengan posisi Golkar itu pihak yang diajak partai lain. Jadi bukan pihak yang aktif mengajak partai lain," ungkapnya kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 11/11).


Sejauh ini, dalam pengamatan mantan peneliti CSIS itu, Tantowi Yahya tidak mungkin maju sebagai wakil gubernur, artinya hanya akan maju sebagai orang nomor satu. Sementara Prya, besan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie itu ada kemungkinan, kalaupun maju, hanya menjadi wakil gubernur.

"Jadi ini saja. Kalau Golkarnya pasif, kemungkinan hanya mengajukan posisi wakil gubernur. Dan disini peluang Pak Prya besar. Tapi kalau Golkar aktif dan didukung penuh oleh DPP untuk posisi gubernur itu peluang Tantowi Yahya jadi kuat," jelasnya.

Kalau dari Golkar, ingin posisi nomor satu atau dua?

"Secara internal tentu ingin posisi gubernur ya," jelasnya memastikan.

Bila memang ingin mengajukan calon gubernur, seperti dia sebutkan di atas, DPP Partai Golkar diberi tanggung jawab untuk melakukan lobi-lobi dan menggandeng partai lain agar terpenuhi syarat, yaitu mengantongi 15 kursi di DPRD. Saat ini, Golkar hanya mengantongi 7 kursi.

"Hampir semua partai bisa diajak," katanya saat ditanya partai apa yang berpeluang untuk didekati.

Bahkan, sambung Indra, partai besar seperti PKS dan Demokrat, juga bisa diajak bergabung. Bila calon dari Golkar memiliki elektabilitas lebih tinggi dibanding calon dari dua partai tersebut. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya