anas/ist
anas/ist
RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan untuk tidak kendur dalam membongkar korupsi pembangunan wisma atlit senilai Rp 191 miliar. KPK harus berani menetapkan tersangka-tersangka baru yang terlibat, sekalipun berasal dari kalangan elit partai Demokrat.
"Jangan karena ada tekanan politik terus kasusnya tidak di-follow up," ujar Anggota Komisi III dari Fraksi Hanura, Syarifuddin Sudding, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/11).
Keberanian KPK dalam mengungkap keterlibatan elit-elit Demokrat, bahkan menjadikannya tersangka baru dalam kasus tersebut menjadi pertaruhan bagi lembaga superbody itu di hadapan publik. Bila KPK tidak mem-follow up, maka persepsi publik yang menilai KPK selama ini tidak berani menyeret elit kekuasaan menjadi benar adanya.
Populer
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50
Senin, 29 Juni 2026 | 15:05
UPDATE
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12
Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32
Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22