Berita

pengungsi tindouf/ist

Dunia

UNHCR Didesak Intervensi Kamp Polisario

SABTU, 24 SEPTEMBER 2011 | 21:33 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan komunitas internasional pada umumnya didesak untuk segera mengambil tindakan berarti yang dapat membebaskan keluarga pengungsi yang ditahan di kamp Tindouf di baratdaya Aljazair.

Kamp Tindouf yang berada tak jauh dari garis perbatasan Aljazair dan Maroko dikuasai oleh Polisario, kelompok yang mengklaim diri sebagai representasi orang Sahara. Sejak pertengahan 1970an lalu, kelompok ini mendapat perlindungan khusus dari pemerintah Aljazair.

Desakan tersebut disampaikan International Democratic Center (IDC) dalam sidang UNHCR di Jenewa hari Jumat kemarin (23/9).

Mami Ahl Ahmed dari IDC mengatakan, intervensi UNHCR dibutuhkan agar orang-orang Sahara yang sejak pertengahan 1970an itu diperdaya sehingga tertahan di kamp itu dapat segera kembali ke pangkuan keluarga mereka di Maroko. IDC juga mengatakan, UNHCR dan komunitas internasional perlu mendesak Aljazair untuk membuka kamp Polisario bagi dunia luar, sehingga orang-orang yang selama ini hidup dalam tekanan Polisario mendapatkan keadilan.

Desakan IDC ini kembali disampaikan menyusul laporan-laporan terakhir yang menyebutkan bahwa kekerasan fisik dan psikologis di dalam kamp semakin menjadi. Berbagai laporan juga menyebutkan bahwa hak dasar orang Sahara tidak terpenuhi. Sementara rezim Polisario yang berkuasa sejak pertengahan 1970an hanya sibuk memperkaya diri sendiri.

Dalam pernyataannya, Mami Ahl Ahmed juga mengatakan, kondisi kesehatan penghuni kamp juga semakin mengkhawatirkan. Berbagai jenis penyakit mewabah di dalam kamp. Hal ini semakin parah karena dunia internasional gagal memberikan perlindungan akibat sikap keras kepala Polisario selama ini.

Salah satu hal yang juga disampaikan Mami Ahl Ahmed dalam sidang UNHCR itu adalah desakan agar Polisario memberikan kesempatan kepada Mustapha Salma Ould Sidi Mouloud untuk kembali berkumpul dengan anak dan istrinya di Tindouf.

Mustapha adalah mantan kepala keamanan Polisario yang tahun lalu dipecat dan sempat ditahan sampai ia melarikan diri dalam keadaan terluka. Setelah berpisah dengan ayahnya yang berada di Maroko, pertengahan tahun lalu Mustapha kembali ke kampung halamannya. Di sana ia menyaksikan pembangunan Sahara yang begitu gencar.

Hal itulah yang membuat Mustapha mengubah posisinya, dan meminta agar Polisario juga mempertimbangkan otonomi khusus yang dinikmati kawasan selatan Maroko sebagai jalan keluar untuk mengakhiri konflik berkepanjangan ini.

Tetapi petinggi Polisario marah dan menuding Mustapha berkhianat. Dia sempat dipenjara. Dalam sebuah kesempatan, Mustapha melarikan diri dan tertembak. Ia kini dikabarkan berada di Mauritania. [guh]


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya