Berita

ilustrasi

PKS: Ironis, Gudang Bulog Dipenuhi Beras Impor!

KAMIS, 25 AGUSTUS 2011 | 19:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menjelang lebaran, Komisi IV DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Sidoarjo, Jawa Timur. Sangat ironis, dari total 290.000 ton beras yang tersimpan di gudang Bulog itu beras lokal hanya sebesar 1.000 ton, sedangkan kurang lebih 289.000 ton beras yang tersimpan merupakan beras impor.

Anggota Komisi IV DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rofi Munawar yang ikut dalam sidak langsung punya kesimpulan terkait hasil sidak itu. Yakni, bahwa keamanan dan ketahanan pangan nasional benar-benar tergantung dari impor.

"Temuan ini cukup ironis, impor beras yang dilakukan oleh Bulog ternyata dilakukan hanya untuk memenuhi gudang-gudang dengan beras dari negara lain," ulas Rofi melalui rilis yang diterima redaksi (Kamis, 25/8).


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Januari-Juni 2011 impor pangan Indonesia mencapai 5,36 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp sebesar Rp45 triliun. Tahun 2011 Pemerintah memberikan kuota impor beras sekitar 1,5 juta ton. Realisasi impor beras akan dilakukan hingga Februari tahun 2012. Saat ini sekitar 3.850 ton beras telah masuk. Dan jika dihitung, setidaknya 800.000 ton beras diproyeksikan masuk selama 2011.

Padahal, dalam catatan Rofi, Pemerintah telah memastikan penghentian impor beras terhitung 31 Maret 2011. Ketika itu alasannya masa panen raya padi sedang berlangsung, stok beras secara nasional juga cukup memadai atau bisa untuk lima hingga enam bulan ke depan. Namun kondisi itu tidak bertahan lama, empat bulan berselang ternyata pertengahan Agustus Bulog telah melakukan impor beras dari Vietnam sebesar 500.000 ton beras yang masuk dari 20 pelabuhan di seluruh indonesia. Kemudian dilanjutkan di bulan September direncanakan impor beras dari Thailand sebesar 300.000 ton.

"Bulog saat ini sudah dibekali Inpres No.8/2011. Seharusnya Bulog tidak mengalami kesulitan menyerap gabah dan beras petani karena harga pembelian akan mengikuti harga di pasar sesuai dengan pantauan BPS. Tetapi kenyataan di lapangan sebaliknya, ini menunjukkan pelaksanaan Inpres tersebut tidak efektif," katanya.

"Seharusnya gudang Bulog dipenuhi dengan beras dari petani lokal, adapun beras impor hanya pelengkap. Namun apa yang terjadi justru berbeda 180 derajat, beras lokal terpuruk sedangkan beras impor mendominasi," tukasnya.

Temuan ini bukan tidak mungkin terjadi di gudang-gudang Bulog lainnya diseluruh Indonesia. Jika ini terjadi tentu menjadi sebuah gambaran rendahnya kesungguhan Bulog dalam menyerap beras dari petani lokal. Seharusnya dengan infrastruktur yang dimiliki Bulog tidak sulit untuk menyerap gabah dari petani. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya