Berita

NAZARUDDINGATE

Mustofa: Tak Mungkin SBY membiarkan Ibas Diborgol KPK

RABU, 17 AGUSTUS 2011 | 23:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Banyak kalangan menduga tak akan lagi terdengar nyanyian nyaring dari Nazaruddin setelah dirinya ditangkap dan ditahan KPK. Kalau demikian, bagaimanakah pengembangan proses hukum kasusnya? Akankan dugaan keterlibatan elit-elit partai Demokrat seperti yang pernah disebutkan Nazaruddin juga diselesaikan?

"Masyarakat yang akan menghukum, karena masyarakat tidak bisa menerima dengan akal sehat bahwa Nazaruddin berbuat sendirian," ujar Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B Nahrawardaya saat diwawancara TV One beberapa waktu lalu (Rabu, 17/8).

Bayangkanlah, kata Mustofa, M Nazaruddin tidak mungkin bermain sendirian dalam proyek dengan nilai total proyek sebesar Rp6,2 triliun. Kalau proses hukumnya tidak jelas dan tuntas, dalam hemat Mustofa, maka masyarakan, elemen sosial akan bergerak. Mereka tidak akan percaya kepada hukum.


Di lain sisi, selaku bigfather partai Demokrat dan Presiden yang dengan tegas menyampaikan akan berada di garda paling depan dalam pemberantasan korupsi menyisakan persoalan lain di medan tudingan Nazaruddin. SBY, kata Mustofa, tidak mungkin berserah diri partainya hancur karena hal tersebut. Dan tidak mungkin juga SBY mau menyerahkan anaknya, Ibas, kepada KPK.

"SBY tentu tidak akan menelan lidahnya sendiri saat anaknya disebut Nazaruddin. Apa dia (SBY) akan membiarkan anaknya diborgol oleh KPK, kan tidak mungkin. Maka saya yakin bahwa SBY, pemerintahan maupun lembaga-lembaga yang terlibat melakukan pemeriksaan dalam hal ini akan menterjemahkan itu untuk melindungi SBY," tandasnya. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya